Hamas: Keputusan AS tentang Jerusalem adalah Pernyataan Deklarasi Perang

853

Moslemtoday.com : Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan bahwa keputusan AS untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel adalah sebuah pernyataan “deklarasi perang melawan orang-orang Palestina.” Hamas menyerukan “Intifadah baru” terhadap keputusan AS tersebut.

Ismail Haniyeh mengatakan dalam sebuah pidato di Kota Gaza pada hari Kamis menanggapi pernyattan Donald Trump bahwa pengakuan Trump telah “membunuh” proses perdamaian Israel-Palestina.

“Keputusan ini telah membunuh proses perdamaian, telah membunuh kesepakatan Oslo, telah membunuh proses rekonsiliasi,” ungkap Haniyeh, seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis, (7/12/17).

“Keputusan AS adalah sebuah agresi, sebuah deklarasi perang terhadap kita, di tempat-tempat Muslim dan Kristen terbaik di jantung Palestina, Jerusalem,” tegas Haniyeh.

“Kita harus bersama untuk meluncurkan intifadah terhadap musuh kita, Zionis Yahudi,” ungkap Haniyah.

Hamas menekankan fakta bahwa Jerusalem adalah ibukota Palestina kemarin, saat ini dan di masa depan. “Jerusalem, seluruh Jerusalem, adalah milik kita,” tegas Haniyeh.

“Kami di sini hari ini pada titik kritis dalam sejarah isu Palestina dan inti dari masalah ini adalah Jerusalem, sebuah titik kritis dalam sejarah negara-negara Arab dan Muslim setelah keputusan provokatif, keputusan yang tidak adil yang diadopsi oleh pemerintah AS.”

Hamas meminta semua faksi Palestina untuk bersatu dengan cepat “agar memiliki strategi untuk menghadapi pendudukan dan kebijakan pemerintah AS di dalam wilayah Palestina”.

“Kami mendesak, kami meminta dan kami menekankan perlunya menata ulang situasi Palestina untuk menghadapi situasi berbahaya ini dan untuk menempatkan prioritas kita dengan jelas menghadapi keputusan provokatif tersebut, bahwa keputusan yang tidak adil,” tambah Haniyeh. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here