Hari Raya Idul Adha di Indonesia Berbeda dengan Arab Saudi, Ikut yang Mana?

2841
Hari Raya Idul Adha di Indonesia Berbeda dengan Arab Saudi, Ikut yang Mana?

Moslemtoday.com : Hari raya Idul Adha di Indonesia tahun ini berbeda dengan di Arab Saudi. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1439 H jatuh pada tanggal 13 Agustus 2018 dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu, 22 Agustus 2018.

Sementara itu, Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa hari Ahad ini, 12 Agustus 2018 bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1439 H. Sehingga, hari raya Idul Adha jatuh pada Selasa, 21 Agustus 2018 di Arab Saudi.

Menghadapi kenyataan seperti ini, biasanya timbul pertanyaan kita mau ikut yang mana? Ikut Arab Saudi atau ikut Pemerintah Indonesia?

Tidak masalah bila Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi berbeda karena Hilal di negeri masing-masinglah yang menjadi patokan. Para ulama telah sepakat bahwa terbitnya hilal di setiap tempat itu bisa berbeda-beda dan hal ini dapat diketahui dengan pasti secara inderawi dan logika.

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim : “Setiap negeri memiliki penglihatan hilal secara tersendiri. Jika mereka melihat hilal, maka tidak berlaku untuk negeri lainnya. Menurut pendapat yang kuat di kalangan Syafi’iyah, penglihatan rukyah (hilal) tidak berlaku secara umum. Akan tetapi berlaku khusus untuk orang-orang yang terdekat selama masih dalam jarak belum diqasharnya shalat.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 175).

Hadits berikut pun menunjukkan yang jadi patokan adalah hilal. Hilal yang berlaku adalah di negeri masing-masing.

إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئً

Jika telah masuk 10 hari pertama dari Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kuku sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1977)

Karena larangan yang disebut dalam hadits berlaku jika sudah terlihat hilal Dzulhijjah, maka demikian pula untuk puasa Arafah berpatokan pada hilal dan bukan pada wukuf.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin juga mendapat pertanyaan sebagai berikut, “Jika terdapat perbedaan tentang penetapan hari Arafah disebabkan perbedaan mathla’ (tempat terbit bulan) hilal karena pengaruh perbedaan daerah. Apakah kami berpuasa mengikuti ru’yah negeri yang kami tinggali ataukah mengikuti ru’yah Haromain (dua tanah suci)?”

Syaikh rahimahullah menjawab, “Permasalahan ini adalah turunan dari perselisihan ulama apakah hilal untuk seluruh dunia itu satu ataukah berbeda-beda mengikuti perbedaan daerah. Pendapat yang benar, hilal itu berbeda-beda mengikuti perbedaan daerah. (Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, 20: 47-48). Baca Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin secara lengkap di sini.

Kesimpulan dari Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, puasa Arafah mengikuti penanggalan atau penglihatan di negeri masing-masing dan tidak mesti mengikuti wukuf di Arafah. Begitu pula dalam Idul Adha, baiknya mengikuti negeri masing-masing. Kita harus berlapang dada karena para ulama berselisih pula dalam memberikan jawaban untuk masalah ini. Legowo itu lebih baik. Namun mengikuti keputusan pemerintah RI itu lebih baik karena mereka telah menjalankan sunnah Rasul.

Kata para ulama, berdasarkan kesimpulan dari dalil, menentukan awal bulan Hijriyah adalah dengan dua cara:

  1. melihat (rukyah) hilal,
  2. bulan digenapkan jadi 30 hari.

Pemerintah RI kita menempuh dua jalur ini. Adapun hisab tetap dilakukan, namun cuma sekedar alat bantu dan cara untuk menentukan kalender setahun. Sedangkan penglihatan hilal (rukyat), tetap jadi rujukan utama.

Jika di negeri tersebut terjadi perselisihan pendapat, maka hendaklah dikembalikan pada keputusan penguasa muslim di negeri tersebut. Jika penguasa tersebut memilih suatu pendapat, hilanglah perselisihan yang ada dan setiap muslim di negeri tersebut wajib mengikuti pendapatnya. 

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

Referensi : 
Rumaysho.com
Konsultasisyariah.com

comments

Loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here