Hasil Pertemuan Presiden Abbas dan Presiden Erdogan Terkait Hamas dan Penyelesaian Konflik Israel-Palestina

959

Moslemtoday.com : Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pertemuan di Ankara, Turki untuk membahas sejumlah issu terkini terkait Palestina dan upaya untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina.

Presiden Erdogan menerima Abbas di Istana Kepresidenan di Ankara. Kedua pemimpin tersebut mengadakan pertemuan puncak bilateral, dilanjutkan dengan sebuah pertemuan panjang dalam sebuah jamuan yang diadakan untuk penghormatan atas presiden Palestina tersebut.

Presiden Erdogan mengatakan bahwa jalan menuju perdamaian abadi di Timur Tengah adalah melalui pembentukan sebuah negara Palestina yang berdaulat. Erdogan kemudian mengkritik kebijakan Israel yang terus melanjutkan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina.

“Israel harus mengakhiri praktik yang terus merongrong solusi dua negara. Penyelesaian konflik di Palestina tidak hanya untuk kepentingan orang-orang Palestina saja, tapi juga untuk Israel. Turki selalu menyerukan upaya untuk menuju keberhasilan solusi dua negara di berbagai forum internasional,” ungkap Presiden Erdogan dalam konferensi persnya bersama Presiden Mahmoud Abbad, seperti dilansiri dari Asharq Al-Awsat, Selasa, (29/8/2017).

Kedua pemimpin tersebut menekankan bahwa tidak ada alternatif selain solusi dua negara, dan bahwa Israel harus menghentikan seluruh praktik agresinya di wilayah Palestina yang telah melanggar hakikat dan prinsip-prinsip proses perdamaian di Timur Tengah.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas isu-isu yang berkaitan dengan proses rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah (Pihak Otoritas Palestina) dan cara untuk mengakhiri konflik saudara menuju proses perdamaian bersama. Turki telah mengusulkan kerangka inisiatif terbaru atas permintaan Abbas dan berdasarkan kesepakatan antara Turki dengan Hamas.

Turki berencana akan mengadakan pertemuan dialog antara Hamas dan Fatah (Otoritas Palestina) dan memberikan solusi untuk mengakhiri perpecahan yang telah meletus di tahun 2007.

Presiden Abbas meminta pada Presiden Erdogan untuk memberikan tekanan kepada Hamas untuk membubarkan komite administratif di jalur Gaza yang dinilai Abbas sebagai tindakan kudeta atas pemerintahan nasional Palestina yang sah. Abbas menyerukan untuk membubarkan komite tersebut dan bergerak menuju pembentukan pemerintahan persatuan nasional Palestina dan segera melakukan penyelenggaraan pemilu.

Presiden Erdogan kemudian menegaskan kesiapan negaranya untuk memulai kontak dengan partai-partai Palestina yang berselisih tersebut dengan tujuan untuk mencapai perdamaian Palestina antara Hamas dan Fatah melalui pertemuan intensif yang akan dimediasi oleh Turki sebagai sekutu terdekat Hamas. (DH/MTD)

Redaktur : Deli Abdullah
Sumber : Asharq Al-Awsat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here