Ibu Rachmawati Sebut Nama Kakaknya Megawati Mengenai Alasannya Menyerukan Kembali ke UUD 1945

4700

Moslemtoday.com : Rachmawati Soekarnoputri menyebut nama kakaknya, Megawati Soekarnoputri, ketika dia menjelaskan alasannya meminta Undang-Undang Dasar 1945 dikembalikan ke posisi awal sebelum diamandemen.

Menurut Rachmawati, akibat amandemen yang diteken Megawati, konstitusi negara kita jadi berubah dari yang dahulu didekritkan Presiden RI Soekarno. Hal itu disampaikan Rachmawati dalam jumpa pers di kediamannya di Jalan Jatipadang Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Sebagaimana dikutip dari Merdeka.com, “Yang saya lihat dari perjalanan pemerintah saat ini akibat dari amandemen yang ditandatangani langsung oleh Megawati. (Megawati) mengubah sifat konstitusi kita menjadi liberal kapitalistik terutama pasal 33 menghilangkan aspek keadilan,” kata Rachmawati di kediamannya Jalan Jati Padang No 54A, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Hasil produk amandemen tersebut kata Rachmawati, mengakibatkan negara memiliki utang hingga Rp 40 ribu triliun. Padahal kata dia seharusnya Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dan kedaulatan ekonomi bisa dikelola sendiri.

“(Aspek) kedaulatan ekonomi kita saat ini terlihat ada puluhan juta pekerja asing masuk. Informasi yang saya dapat dari Pangdam Jaya negara kita dipenuhi bendera asing dan itu sudah melampaui batas,” sambung Rachmawati.

Kemudian lanjut dia ada yang mega korupsi BLBI yang tidak disentuh Pemerintahan Jokowi yang menyedot anggaran. Para pengemplang pajak pun tak juga tersentuh oleh pemerintah saat ini.

“Dalam aspek hukum seperti tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Keadilan hukum dalam kesenjangan sosial karena menurut saya selaku warga negara, di mana kesenjangan sosial kepada kapitalis harus kembali ke amanat konstitusi kita berkeadilan sosial. Itu lah alasan saya kenapa harus balik ke UUD,” ungkap Rachmawati.

Ditambahkan dia, nyatanya proses amandemen kelima dianggap tidak sesuai dan melawan hukum karena dicatat dengan risalah bukan dalam lembar negara. Sehingga dapat dinyatakan cacat hukum. “Proses amandemen ternyata proses tidak sesuai itu melawan hukum. Inilah produk liberal kapitalistik,” tegas Rachmawati. (DH)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here