Inggris Resmi Keluar dari Uni Eropa, PM Boris Johnson : Ini adalah Era Baru

145

Moslemtoday.com : Bendera Uni Eropa telah diturunkan, jam hitung mundur telah berhenti. Mulai hari ini, Sabtu, (1/2/2020) Inggris tidak lagi menjadi anggota Uni Eropa setelah 47 tahun berada di blok tersebut. Lebih dari tiga setengah tahun setelah referendum “Brexit” telah memunculkan perdebatan hangat di seluruh seluruh masyarakat Inggris.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan ini adalah era baru bagi Inggris. Johnson mengakui pekerjaan berat menghadang pemerintahannya tetapi bersiap untuk menjemput kesuksesan yang menakjubkan.

“Yang paling penting untuk dikatakan malam ini adalah bahwa ini bukan akhir tetapi awal. Bagi banyak orang ini adalah momen harapan yang menakjubkan, momen yang mereka pikir tidak akan pernah datang,” kata Johnson dalam sambutannya, seperti dilansir dari Al Arabiya, Sabtu, (1/2/2020).

“Dan ada banyak tentu saja yang merasakan kecemasan dan kehilangan. Dan kemudian ada kelompok ketiga, mungkin yang terbesar, yang mulai khawatir bahwa seluruh pertengkaran politik tidak akan pernah berakhir. Saya memahami semua perasaan itu, dan tugas kami sebagai pemerintah – pekerjaan saya – adalah untuk menyatukan negara ini sekarang dan membawanya maju,” tambah Johnson.

Ribuan pendukung Brexiters merayakan momen itu di luar Parlemen dan membakar bendera Uni Eropa di jalan-jalan London.

Dilansir dari Al Jazeera, Berdasarkan ketentuan perjanjian penarikan Inggris dari Uni Eropa, Inggris sekarang memasuki masa transisi sampai akhir tahun 2020, yang berarti London akan mematuhi sebagian besar undang-undang Uni Eropa sementara hubungan mereka di masa depan akan terputus.

Johnson harus menyelesaikan segera kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa – blok perdagangan terbesar di dunia – dalam waktu 11 bulan, tugas yang oleh sebagian besar ahli digambarkan sebagai ambisius, tetapi misinya yang lebih luas selama lima tahun ke depan adalah menemukan cara untuk memperbaiki kondisi keuangan negara. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya, Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here