Ini Klarifikasi Dr. Ali Musri Terkait Pemberitaan Aksi Penolakan STDI Imam Syafi’i Jember

6332
Ini Klarifikasi Dr. Ali Musri Terkait Pemberitaan Aksi Penolakan STDI Imam Syafi'i Jember
Sepatah Kata Klarifikasi dan Himbauan Dari Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. sebagai Perintis dan Pendiri STDI Imam Syafi’I Jember.

Beberapa hari ini banyak pertanyaan kepada kami tentang prihal demontrasi yang direncanakan oleh komunitas yang menyebut diri mereka TOPI Bangsa (Tolak Penjajahan Ideologi Bangsa), pada tgl 03 Agustus 2018. Berita ini sudah disebar di medsos dan juga Jember1TV.

Di sini kami selaku perintis dan pendiri STDI perlu menjelaskan kepada semua pihak secara khusus seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Jember. Pada berikut ini kami akan menjelaskan beberapa poin:

Bagaimana hubungan civitas STDI dengan masyarakat sekitar kampus..?

Sejak kami merintis STDI pada tahun 2007 sampai pada saat sekarang ini 2018 kampus kami tidak punya permasalahan apa pun dengan masyarakat sekitar seperti yang disinyalir di media.

Kami selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar kampus, kami melakukan berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat dengan kegiatan yang bervariatif seperti pembagian perbukaan di setiap bulan Ramadhan, penyalurah daging hewan kurban di setiap Idul adha, penyaluran zakat maal, pengobatan dan khitan gratis, pasar murah, lomba anak sholeh untuk anak-anak TPA se Jember, dan berbagai kegitan lainnya yang tidak mungkin kami rinci semua. Semua kegiatan tersebut dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait terutama pihak keamanan.

Kami sangat menghargai perbedaan khilafiyah di tengah masyarakat, jika ada masyarakat yang meninggal kami datang ikut bertakziyah dan memberikan sumbangan sesuai kemampuan kami, bahkan kadang kala kami meliburkan perkulihan dan mengarahkan mahasiswa untuk ikut melaksanakan sholat mayat.

Para dosen dan mahasiswa banyak yang sholat di masjid-masjid masyarakat bahkan sebagian dosen dan mahasiswa juga melakukan qunut subuh atau menjaharkan basmalah jika mereka diminta jadi imam. Semua ini bisa anda dapatkan kesaharian di masjid-masjid masyarakat di sekitar kampus atau yang jauh dari kampus sekalipun.

Namun bila ada sebagian kecil yang tidak menyukai keberadaan kampus kami itu wajar, bisa saja dengan berbgai alasan yang dicari-cari lalu digunakan untuk memprovokasi masyarakat. Karena kami civitas STDI sebagai manusia bisa salah, khilaf dan lupa.

Kami meminta kepada awak media untuk objektif dalam pemberitaan sampai hari ini belum ada media yang mencoba mengklarifikasi tuduhan yang disebar, secara khusus Jember1TV yang telah menyebarkannya, pada hal kode etik dalam memberikan informasi itu harus berimbang dan klarifikasi, biar tidak semakin memperkeruh suasana.

Benarkah STDI Imam Syafií Penjajah Ideologi bangsa…?

Kami sebagai perintis dan pendiri STDI berupaya semaksimal mungkin untuk mengikuti semua regulasi aturan pemerintah, oleh sebab itu kampus ini sudah mendapatkan izin operasional dari DIKTIS KEMENAG RI sejak tahu akademik 2010/2011. Kemudian sudah terakreditasi BAN PT pada tahun 2013.

Pembelajaran di kampus STDI menggunakan Bahasa Arab sebagai Bahasa pengantar dan merujuk kurikulum Universitas Islam Madinah dengan perpaduan kurikulum Nasional. Para dosen memiliki kapabilitas yang cukup tinggi di bidang akademik, sering menjadi naras umber dalam berbagai even nasional maupun internasional.

Meneganai pemikiran dan pemahaman mereka tidak ada yang keluar dari jalur Ahlussunnah wal Jammah, tidak usah repot-repot anda untuk datang ke kampus kami, cukup dengan mencari di youtube ratusan ceramah dan aktifitas kami di sana, silahkan mulai dari sekarang untuk mencari-carinya. Apakah benar kami penjajah ideologi bangsa…?

Apa akar permasalahannya…?

Seperti yang kami uraikan di atas bahwa kampus STDI Imam Syafi’I tidak punya permasalahan apapun dengan masyarakat sekitar. Awal mulai ada isu provokatif adalah ketika Yayasan Imam Syafi’i ingin mendirikan SD untuk kalangan sivitas STDI mendapat penolakan dari seorang tokoh masyarakat bersenial NF memprovokasi masyarakat untuk menolak pembangunannya, akan tetapi sebagian besar masyarakat menyetujui yang pada akhirnya setelah mengalami proses yang cukup Panjang mendapatkan izin oprasional.

Sesungguhnya berbagai tuduhan fitnah yang disebarkan sudah diklarifikasi di BAKESBANGPOL yang dihadiri oleh ketua MUI jember, Polres, Kodim, Kejaksaan dan NF sendiri. Semua tuduhan tidak ada bukti termasuk buletin yang dituduh memancing terjadinya permasalahan.

Buletin tersebut terbit sekitar tahun 2012, isinya tidak seperti yang disimpulkan secara baper. Buletin edisi 05 Tahun ke-3 isi nukilan dari Ibnu Katsir tentang secara perayaan maulid, tidak ada tuduhan terhadap pelaku maulid dengan zindiq. Buletin edisi 33 tahun ke-3 menjelaskan hal yang membatalkan amal, diantaranya mendatangi dukun yang dianggap kiyai.

Kemudian masalah ini di angkat lagi kepermukaan karena Yayasan Imam Syafií sedang mengurus perizinan operasional SMP, sebetulnya masalah ini sudah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, secara khusus instansi terkait termasuk pihak kepolisian, bahkan sudah diadakan dialog di DPRD jember.

Himbauan kami kepada semua pihak…!

Kami menghimbau kepada semua pihak, jangan mudah terprovokasi oleh pihak manapun, dengarkanlah petunjuk Al Quran Sunnah berikut ini:

{وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا} [الأحزاب: 58]

“Dan mereka yang menyakiti orang-orang beriman laki-laki maupun perempuan tanpa ada kesalahan yang mereka lakukan maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”.

Bersabda Nabi Kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam:

«لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا» وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ «بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ» رواه مسلم

“Janganlah kalian saling dengki, jangan saling merebut tawaran, jangan saling benci, jangan saling menghindar, jangan membeli yang sedang ditawar orang lain, jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara, seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya, jangan dizalimi, jangan direndahkan, jangan didihinakan, ketaqwaan itu di sini -beliau menunjuk kea rah dadanya-, Sungguh seorang cukup berdosa menghina saudaranya muslim, setiap muslim diharamkan diharamkan atasnya mengggangu muslim yang lain; darahnya, hartanya dan kehormatannya”. (HR. Muslim).

Oleh : Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here