Ini Tanggapan Ketum PP Muhammadiyah Terkait Daftar 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag

548

Moslemtoday.com : Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir turut memberikan tanggapan terkait rekomendasi 200 mubaligh yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“Muhammadiyah berharap, masukan-masukan dari berbagai pihak perlu menjadikan pijakan bagi Kemenag untuk melakukan evaluasi, sekaligus juga perubahan atas kebijakan tersebut. Kedepan, jauh lebih penting bagi Kemenag, bagaimana dapat mengembangkan akhlak mubaligh, semacam etika dakwah,”ujar Haedar ketika ditemui pasca tarawih berjamaah di Islamic Center Masjid Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin (21/5).

Haedar mengatakan bahwa Muhammadiyah menghargai niat baik Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin untuk meningkatkan kualitas mubaligh yang bisa menumbuhkan spirit keislaman di tubuh umat Islam. Islam yang damai, Islam yang rahamatan lil alamin, Islam yang punya komitmen kebangsaan dan kemanusiaan. Itu jadi komitmen semua ormas Islam.

Namun, Haedar menilai, pengembangan akhlak mubaligh melalui etika dakwah itu jauh lebih penting, sehingga dengan etika dakwah itu setiap mubaligh mengetahui mana yang salah dan benar, baik dan tidak baik untuk disampaikan dimuka publik.

Haedar juga berharap agar masalah ini jangan menimbulkan kontroversi yang berkepanjangan, sehingga membuat umat islam saling tuding, menyalahkan, dan bersebrangan satu sama lain, yang kemudian akhirnya umat islam terus teerpecah belah, dan berbeda pandangan secara tajam dari berbagai hal.

“Sehingga akibatnya nilai ukhuwahnya luruh, kerja-kerja amaliyah yang membawa kemajuan akan menjadi terkalahkan oleh isu-isu atau persoalan yang mugkin bisa kita selesaikan bersama,”tutur Haedar.

Diakhir, Haedar berpesan agar kedepan Kemenag dapat bertemu dengan ormas islam, lalu mencari solusi dari masalah yang ada saat ini.

“Semua pihak harus bisa mencari hikmah dari masalah ini, jangan terus kita berada pada posisi pro dan kontra, sehingga dapat meninggalkan kerja-kerja produktif,”pungkas Haedar.

Sumber : Muhammadiyah.or.id

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here