Moslemtoday.com : Ustaz Arifin Ilham menjelaskan kronologi awal kericuhan terjadi pada aksi damai bela Islam, di depan Istana Negara, Jumat (4/11).

Menurut Ustaz Arifin mengatakan kondisi lapangan cukup kondusif selepas pukul 18.00 WIB atau selepas Maghrib.

“Assalamualaikum, maaf sebelum kita membuat kesimpulan awal, sebetulnya kondisi lapangan cukup kondusif bahkan selepas jam 6 malam. Tidak ada tanda-tanda pembubaran. Awal kerusuhan muncul saat ada provokator di antara massa, akhirnya kawan-kawan HMI terpancing. Massa FPI membuat barikade antara polisi dengan HMI, lalu masa menjadi tenang,” kata Arifin lewat broadcast seperti dikutip dari Republika.co.id, Jumat.

Beberapa saat kemudian, kata Ustaz Arifin, ada yang kembali memprovokasi. Beberapa ulama dilempar semacam petasan. “Nah inilah yang men-trigger kawan-kawan HMI naik pitam lagi, akhirnya gas air mata ditembakkan, dan malangnya ke panggung ulama,” ucap dia.

Ia mendapatkan kabar jika Syaikh Ali Jaber terkena tembakan gas air mata dan dibawa ke rumah sakit. “Massa FPI berusaha untuk menenangkan massa HMI, tapi polisi tidak pandang bulu, semua ditembak gas air mata, akhirnya jadi di luar kendali.

“Sekali lagi, kita doakan semua kaum Muslimin baik pendemo dan aparat agar semuanya berakhir baik. Fitnah dalam situasi seperti ini akan terjadi, banyak bersabar dengan kepala dingin,” kata Ustaz Arifin.

Sumber : Republika

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here