Irak Deklarasikan “Akhir Kekhalifahan ISIS” Setelah Berhasil Rebut Masjid Mosul

2269

Moslemtoday.com : Irak mengumumkan telah berhasil merebut kembali masjid Al-Nuri di Mosul, tempat pemimpin besar ISIS Abu Bakr al-Baghdadi mengumumkan kekhalifahannya, 2014 silam. Irak mendeklarasikan perebutan kembali masjid Mosul itu sebagai “berakhirnya kekhalifan semu ISIS”, kata perdana menteri Irak, Kamis, (29/6/2017).

“Kami menyaksikan akhir dari negara Daesh yang palsu,” ungkap PM Irak Haider al-Abadi dalam sebuah pernyataan dengan menggunakan akronim bahasa Arab “DAESH” untuk ISIS.

Setelah delapan bulan berperang melawan ISIS, pasukan pemerintah Irak pada hari Kamis berhasil merebut kembali Masjid Mosul yang menjadi markas kekhalifahan ISIS dan mendeklarasikan kekalahan ISIS.

Otoritas Irak mengharapkan pertempuran panjang Mosul berakhir dalam beberapa hari kedepan karena para pejuang ISIS yang tersisa sekarang hanya sedikit dan berada di dalam Kota Tua.

Perebutan Masjid Agung al-Nuri yang berusia 850 tahun itu merupakan kemenangan simbolis yang besar bagi pasukan Irak yang telah berjuang merebut kembali Mosul, yang dinyatakan sebagai ibukota de facto Negara ISIS.

“Negara fiktif mereka telah jatuh,” kata juru bicara militer Irak Brigadir Jenderal Yahya Rasool kepada televisi pemerintah. Jatuhnya Mosul pada akhirnya menandai berakhirnya separuh kekhalifahan ISIS Irak meskipun kelompok garis keras tersebut masih menguasai wilayah barat dan selatan kota.

Perang telah berlangsung berbulan-bulan antara militer Irak dan ISIS. Selain korban militer, ribuan warga sipil diperkirakan telah terbunuh akibat perang tersebut. Sekitar 900.000 orang, hampir setengah dari populasi pra-perang di kota utara, Telah melarikan diri dari pertempuran, kebanyakan berlindung di kamp pengungsian atau dengan saudara dan karib kerabat mereka, menurut lembaga kemanusiaan. Sedangkan mereka yang terjebak di kota menderita kelaparan, kekurangan, luka bahkan hanya menunggu kematian dan banyaknya bangunan telah hancur. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Al Jazeera

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here