Iran Akhirnya Mengakui Telah Menembak Jatuh Pesawat Ukraina

730

Moslemtoday.com : Iran mengumumkan bahwa militernya secara tidak sengaja telah menembak jatuh sebuah pesawat jet Ukraina yang menewaskan semua 176 penumpang di dalamnya. Iran mengatakan insiden itu terjadi karena  kesalahan manusia dan menambahkan bahwa militer mengira pesawat tersebut merupakan target bermusuhan setelah serangan rudal Iran ke dua pangkalan militer AS di Irak.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran yang mengatakan bahwa pesawat itu terbang dekat dengan  situs militer yang sensitif. Militer mengatakan pihaknya berada pada “tingkat kesiagaan tertinggi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

“Dalam kondisi seperti itu, karena kesalahan manusia dan dengan cara yang tidak disengaja, penerbangan itu ditembak jatuh” kata militer Iran dalam pernyataannya, seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu, (11/1/2020).

Mereka meminta maaf atas kesalahan tersebut dan mengatakan akan meningkatkan sistemnya untuk mencegah tragedi di masa depan. Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa Iran sangat menyesali kesalahan yang memalukan ini.

“Pikiran dan doa saya ditujukan kepada semua keluarga yang sedang berkabung. Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus,” kata Rouhanu seraya menambahkan bahwa penyelidikan terus mengidentifikasi dan menuntut tanggung jawab besar atas kesalahan tak termaafkan ini.

Sebelumnya Iran terus membantah selama beberapa hari bahwa sebuah rudal Iran menembak jatuh pesawat Ukraina. Namun AS dan Kanada mengatakan mereka percaya bahwa telah Iran menembak jatuh pesawat.

Iran mengatakan mereka yang bertanggung jawab atas insiden ini akan dituntut.

Dikutip dari Al Arabiya, sebagian besar korban pesawat adalah orang Iran, orang Kanada dan warga Ukraina. Berdasarkan data penerbangan, Pesawat itu dalam perjalanan dari Teheran ke ibukota Ukraina Kyiv, mengangkut 176 penumpang dan sembilan anggota awak dari beberapa negara, termasuk 82 warga Iran, 63 warga Kanada dan 11 warga Ukraina.

Sumber : Al Jazeera, Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here