Iran Diterjang Banjir Bandang, 76 Orang Tewas

99

Moslemtoday.com : Banjir bandang yang melanda Iran dalam beberapa pekan terakhir telah menewaskan 76 orang dan menyebabkan kerusakan lebih dari $ 2.2 milyar dolar. Sejak pertengahan Maret, hujan lebat telah melanda 25 provinsi dari 31 provinsi Iran yang memaksa evakuasi massal, merusak infrastruktur, dan menimbulkan kerugian besar pada sektor pertanian.

Hingga pekan ini, para pejabat berwenang telah mengeluarkan peringatan banjir untuk wilayah Iran timur, dengan hujan lebat yang dimulai pada hari Sabtu diperkirakan akan terus berlanjut.

“Dua puluh lima provinsi dan lebih dari 4.400 desa di seluruh negeri terkena dampak banjir,” kata Menteri Dalam Negeri Abdolreza Rahmani-Fazli, seperti dilansir dari Al Jazeera, Ahad, (14/4/2019).

Menurut data terbaru, enam orang lagi dinyatakan tewas di bagian selatan negara itu. “Dengan kematian lima orang di provinsi Khuzestan dan satu orang lagi di provinsi Ilam, jumlah korban tewas hingga kini telah mencapai 76 orang sejak 19 Maret,” tambah pernyataan tersebut.

Al-Fazli mengatakan bahwa jumlah kerusakan antara 300 dan 350 triliun real – antara $ 2,2 milyar dan $ 2,6 milyar pada tingkat pasar bebas.

Sementara itu Menteri Transportasi Mohammad Eslami mengatakan kepada pejabat pemerintah bahwa 725 jembatan telah hancur total. “Lebih dari 14.000 kilometer jalan telah rusak,” kata Eslami.

Sanksi AS telah menghambat upaya bantuan internasional masuk ke Iran. Presiden Iran Hassan Rouhani telah meningkatkan upaya bantuan, meminta bantuan sistem perbankan yang kekurangan uang tunai untuk menawarkan bantuan dalam bentuk pinjaman murah atau tanpa bunga.

Masyarakat setempat ikut megupayakan bantuan, dengan tentara dan sukarelawan membersihkan puing-puing, mengalihkan air, membangun tanggul, dan mendistribusikan persediaan.

Meski adanya sanksi AS, beberapa negara tetangga telah mengirimkan bantuan terhadap Iran. Perancis pada hari Sabtu menyumbangkan 210 tenda dan 114 pompa. Organisasi Kesehatan Dunia dan UNICEF juga membantu, seperti Jerman, Irak, Kuwait, Oman, Pakistan, Rusia dan Turki.

Namun, para pekerja bantuan di Iran mengatakan bahwa sanksi AS telah menghambat kemampuan mereka untuk membantu mereka yang terkena dampak banjir.

“Akan jauh lebih mudah bagi lembaga internasional untuk menyediakannya. Karena sanksi, harga juga jauh lebih tinggi. Jika bukan karena sanksi, barang tidak akan semahal ini dan kami bisa melakukan lebih banyak lagi dengan uang yang kami kumpulkan,” kata Fereshte Ghaffari, seorang sukarelawan kepada Al Jazeera. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1440 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here