Iran kepada Trump : Hei Mr. Trump, Hentikan Bermain Twitter, Itu Menaikkan Harga Minyak

462

Moslemtoday.com : Presiden AS Donald Trump mendesak OPEC untuk menurunkan harga minyak dunia melalui cuitannya di media sosial Twitter. Namun Iran menyentil cuitan Trump tersebut bahwa kata-katanya malah membuat harga minyak dunia menjadi naik.

Trump menciak di akun Twitternya dengan menuduh OPEC tidak mampu menstabilkan harga minyak dunia. Tweet dari Trump memicu reaksi keras dari Iran sebagai anggota pendiri OPEC.

“Hei Mr. Trump, Bolehkah saya bertanya, apa yang sedang anda bicarakan? OPEC belum menaikkan harga minyak selama 30 tahun terakhir. Itu adalah pasar keuangan minyak mentah yang melakukannya,” ungkap Gubernur OPEC Iran Hossein Kazempour Ardebili, seperti dilansir dari RT, (5/7/2018).

“Anda memberlakukan sanksi ekonomi pada produsen utama, Iran sebagai pendiri OPEC, namun Anda meminta kami untuk menurunkan harga!! Sejak kapan Anda mulai memerintah OPEC! Kicauan Anda telah mendorong harga naik setidaknya $ 10 per barel. Tolong hentikan, jika tidak maka akan lebih tinggi lagi!” kata Gubernur OPEC Iran Ardebili.

Minyak diperdagangkan lebih dari $ 78 per barel dari patokan Brent pada Kamis, sementara US West Texas Intermediate diperdagangkan pada $ 74,55 perbarel. Sementara itu, Trump mengatakan dia ingin harga minyak yang lebih rendah. Sanksi ekonomi AS terhadap anggota OPEC Iran dan Venezuela menambah ketidakpastian harga di pasar yang menyebabkan harga melonjak tinggi.

Gubernur OPEC Iran Ardebili juga mengatakan bahwa Trump tidak sopan dalam retorika bahasanya, dan produsen Timur Tengah tidak pernah merespon dengan gaya presiden seperti itu.

“Saudara-saudara kami di Arab Saudi adalah bangsa Muslim yang beradab, berpendidikan dan dewasa yang tidak membiarkan Anda berbicara dengan retorika seperti itu,” ujar Ardebili.

OPEC singkatan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries atau Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi. OPEC didirikan pada tahun 1960 di Baghdad oleh lima negara : Iran , Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela. (DH/MTD)

Sumber : RT | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com 

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here