Iran Rekrut Anak-anak Berusia 14 Tahun untuk Berperang di Suriah

963

Moslemtoday.com : Human Rights Watch melaporkan bahwa Iran telah merekrut anak-anak imigran dari Afghanistan berusia 14 tahun untuk berperang di Suriah. Dalam sebuah laporan, Lembaga HAM Internasional tersebut mengatakan bahwa anak-anak tersebut ikut bertempur di Divisi Fatemiyoun, Korps Pengawal Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Divisi ini terdiri dari relawan Afghanistan yang didukung oleh Iran ikut berperang dengan pasukan Rezim Assad di Suriah.

Direktur HRW Timur Tengah, Sarah Leah Whitson mengatakan, “Iran harus segera mengakhiri perekrutan tentara dari anak-anak dan harus memulangkan kembali anak Afghanistan yang telah dikirim untuk berperang di Suriah,” seperti dilansir dari Al Arabiya, Senin, (2/10/2017).

Ada sekitar 2,5 juta orang Afghanistan yang tinggal di Iran, menurut kementerian dalam negeri Iran. Banyak yang tidak memiliki dokumen residensi. Sementara itu, menurut laporan media, Divisi Fatemiyoun berjumlah 14.000 militan yang telah dilatih dan didukung oleh Iran.

Seorang warga Afghanistan berusia 29 tahun yang diidentifikasi oleh HRW sebagai “Ali” mengatakan kepada HRW bahwa pada bulan Agustus dia bergabung dengan divisi Fatemiyoun setelah seorang perekrut mengatakan kepadanya bahwa dia dapat memperbarui izin tinggalnya di Iran lebih mudah jika dia bergabung.

“Mereka tidak pernah meminta saya untuk menunjukkan dokumentasi apapun, tapi mereka ingin memastikan bahwa kita adalah warga negara Afghanistan,” kata Ali kepada Human Rights Watch. “Kami harus berusia di atas 18 tahun untuk direkrut, namun mereka hanya meminta usia kami, tidak dokumentasi,” ungkapnya.

Menurut Undang-undang Internasional, perekrutan anggota militer setidaknya harus berusia 18 tahun dan pelatihan atau penggelaran tentara yang berusia lebih muda dari 15 tahun dianggap sebagai kejahatan perang. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here