Iran : Sanksi AS Ilegal dan Tidak akan Kami Patuhi

35
Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh dan Menteri Perminyakan Irak Thamer al-Ghadhban menghadiri konferensi pers di Baghdad, Irak 10 Januari 2018. REUTERS / Ahmed Rasheed

Moslemtoday.com : Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan pada hari Kamis bahwa sanksi AS terhadap negaranya “sepenuhnya ilegal” dan Teheran tidak akan mematuhinya. seperti dilansir dari reuters, Kamis, (10/1/2019).

“Kami percaya bahwa tidak seharusnya mematuhi sanksi ilegal AS terhadap Iran,” Zanganeh mengatakan pada konferensi pers di Baghdad dengan rekannya dari Irak, Thamer al-Ghadhban.

Zanganeh juga mengatakan Iran tidak akan membahas jumlah dan tujuan ekspor minyaknya, sementara itu Iran tetap di bawah sanksi AS.

“Kami telah membahas hari ini bagaimana meningkatkan kerja sama dengan Irak dalam berbagai aspek, terutama pada masalah minyak,” kata Zanganeh.

Ghadhban, yang juga mengatakan diskusi telah membahas masalah energi, namun Irak belum mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengembangkan ladang minyak bersama.

Dia mengatakan penurunan harga minyak global telah berhenti dan berharap segera naik secara bertahap.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), di mana Iran dan Irak menjadi anggotanya, dan sekutu yang dipimpin Rusia sepakat pada 7 Desember untuk memangkas produksi melebihi harapan, meskipun ada tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan harga minyak.

Kesepakatan OPEC masih dipertimbangkan, karena ekspor minyak mentah Iran  sedang dikenakan sanksi AS, sehingga tidak akan menerima pembebasan dan memblokir perjanjian.

Ghadhban mengatakan setiap keputusan terkait pemotongan OPEC di masa depan akan tergantung pada pemantauan perkembangan harga.

Sumber : reuters | Redaktur : Fairuz syaugi
Copyright © 1439 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here