Islam Wasathiyah yang Disebarkan Al Azhar

1456

Islam Wasathiyah yang Disebarkan Al Azhar

Universitas Al Azhar, Mesir merupakan pusat pendidikan Islam sejak ratusan tahun silam. Perguruan tinggi ini jauh lebih dulu berdiri ketimbang kampus-kampus yang ada di Arab Saudi.

Kampus pertama di Saudi, King Saud University (KSU) berdiri pada tahun 1957. Konon, dulu banyak mengambil para masyayikh dan doktor dari Al Azhar untuk mengajar. Bahkan sampai sekarang, banyak orang-orang Mesir lulusan Al Azhar yang mengajar di KSU.

Hubungan Saudi-Mesir, sejak dulu hingga sekarang selalu erat. Dari kelompok manapun presidennya, kedua negara ini selalu seiya sekata dan senantiasa bergandeng tangan; Mursi yang ikhwanul Muslimin dan Al Sisi yang sekuler.

Di LIPIA misalnya (sekarang berubah jadi IIPIA). Kampus ini adalah milik Saudi. Semua hal, mulai dari kurikulum, dosen, dan staf, adalah Saudi punya. Banyak dijumpai orang-orang Mesir yang mengajar. Dari universitas Al Azhar tentunya.

Pernah ada yang bilang, “Kuliah di LIPIA itu serasa kuliah di Al Azhar..”

Ya.. Saya sendiri merasakan demikian. Banyak dosen yang mengajar, mulai jenjang Idad Lughowi, Takmili, hingga Bakalurius (S1) dan kini buka Majister (S2) pengajarnya banyak dari Mesir.

Beberapa orang Mesir alumni Al Azhar yang sempat mengajar di LIPIA kala itu (2008-2015): Ustadz Abdul Fattah (pengajar bahasa Arab), Ustadz Sayyid Mahdi (pengajar bahasa Arab), Dr. Muhamamd Al Azazi (pengajar ushul fiqih), Dr. Badr Abdus Sami’ (pengajar ushul fiqih), Dr. Majdi Mansur (pengajar ushul fiqih), Prof. Dr. Murad Mahmud Haidar (pengajar ushul fiqih dan fiqih), Dr. Rosyid Ar Rojjal (pengajar manahijul bahts, tsaqofah,dll), Dr. Muhammad Al Ajuz (pengajar hadits), Dr. Yasir Abdul Hamid (pengajar tafsir), dan lain-lain. Sebagian besar nama-nama ini sampai saat ini (2018) masih mengajar di LIPIA.

Dosen LIPIA alumni Al Azhar Mesir ini mungkin lebih banyak dari yang dituliskan diatas. Nama-nama tersebut hanya yang sempat mengajar saya saja.

Kalau mengaitkan statemen Grand Syaikh Al Azhar, Syaikh Prof. Dr. Ahmad Thayib, yang mengatakan bahwa Al Azhar mengajak kerja sama dengan siapapun, tanpa terkecuali dengan Saudi dan Wahabi, ini saya telah mendapati sendiri.

Jadi bukti juga, bahwa Saudi tidak canggung mengajak alumni Al Azhar untuk menjadi pengajar di perguruan tinggi mereka.

Oleh : Ustadz Budi Marta Saudin

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here