Israel Bersiap Cabut Izin Kantor Berita Al Jazeera di Yerusalem

917

Moslemtoday.com : Israel bersiap untuk mencabut izin kantor berita Al Jazeera di Yerusalem dan melarang para wartawan Aljazeera untuk melakukan liputan di negara tersebut. Menteri Komunikasi Israel, Ayoub Kara mengatakan Israel akan mencabut ijin pers dari para wartawan Al Jazeera, sehingga mereka tidak bisa lagi bekerja di negara itu.

Ayoub menyampaikan pengumuman itu dalam konferensi pers di Yerusalem, Ahad, (6/8/2017) dimana para wartawan Al Jazeera dilarang hadir. “Kami melihat saluran tersebut digunakan oleh kelompok-kelompok radikal untuk memprovokasi propaganda mereka. Aljazeera telah mengobarkan ketegangan dan menghasur kekerasan terhadap Israel.”

Ayoub mengatakan dia mengharapkan parlemen Israel, Knesset, dapat mempertimbangkan permintaannya. “Saya akan melalui mekanisme legislasi atas kebijakan ini agar memiliki landasan hukum, kami akan berusaha secapat mungkin untuk menyelesaikannya.

Al Jazeera membantah tuduhan-tuduhan yang dilontarkan Israel. Jaringan media yang berbasis di Doha, Qatar tersebut mengecam tindakan Israel yang mengklaim diri sebagai “satu-satunya negara demokrasi di Timur Tengah”.

Al Jazeera menekankan bahwa mereka akan terus mengamati perkembangan yang mungkin terjadi dari keputusan Israel, dan akan mengambil tindakan hukum yang diperlukan untuk menghadapinya. Al Jazeera juga membantah tuduhan bahwa liputan tentang kerusuhan di Masjid Al-Aqsha tidak profesional.

Al Jazeera menegaskan bahwa mereka akan terus meliput kejadian-kejadian wilayah Palestina yang diduduki Israel secara profesional dan akurat, sesuai dengan standar jurnalis yang ditetapkan oleh badan-badan internasional. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Weblink : http://www.aljazeera.com/news/2017/08/israel-seeks-close-al-jazeera-ban-journalists-170806130215616.html

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here