Israel Gembira Trump Terpilih Jadi Presiden AS, Israel Sebut Cita-cita Pendirian Negara Palestina Tinggal Kenangan

1604

Moslemtoday.com : Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennet, Rabu (9/11/2016),  mengatakan, ide pendirian negara Palestina berakhir seiring terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.

“Kemenangan Trump adalah kesempatan bagi Israel untuk mengakhiri keberadaan negara Palestina di tengah negeri ini yang membahayakan keamanan kami,” ujar Bennett yang merupakan ketua partai garis keras Partai Rumah Yahudi.

“Ini adalah posisi presiden terpilih… era negara Palestina sudah berakhir,” ujar Bennett.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Ayelet Shaked, juga dari Partai Rumah Yahudi, menyerukan agar Trump memenuhi janjinya memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Berita Terkait : 

Pemindahan Kedubes itu sebagai tanda bahwa Trump akan mendobrak kebijakan yang dibuat pendahulunya baik dari Partai Republik maupun Demokrat.

Seruan pemindahan Kedutaan Besar itu juga disuarakan Wakil Menteri Luar Negeri Tzipi Hotovely dan Wali Kota Jerusalem Nir Barkat.

Status Jerusalem adalah satu dari beberapa isu sulit dalam penyelesaian konflik Israel dan Palestina. Bangsa Palestina melihat Jerusalem sebagai ibu kota negeri Palestina. Sementara itu, Israel memandang Jerusalem adalah satu kota yang utuh tak terpisahkan dari Israel.

Pada masa kampanye, Donald Trump sudah menyatakan bakal mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel jika terpilih menjadi presiden.

Sumber : Independent | Weblink : http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/trump-victory-israel-far-right-comment-end-of-palestine-state-a7407231.html

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here