IUMS Kecam Arab Saudi Atas Tuntutan Hukuman Mati Terhadap Salman Al-Audah

    1374
    IUMS Kecam Arab Saudi Atas Tuntutan Hukuman Mati Terhadap Salman Al-Audah

    Moslemtoday.com : The International Union of Muslim Scholars atau yang dikenal dengan Persatuan Ulama Muslim Internasional yang dipimpin oleh Syaikh Yusuf Al-Qardhawi mengecam tuntutan hukuman mati yang diajukan oleh Pengadilan Arab Saudi terhadap Syaikh Salman Al-Audah dalam dugaan keterlibatan dalam aksi terorisme.

    Syaikh Salman Al-Audah, tokoh utama gerakan Sahwa (Afiliasi organisasi Ikhwanul Muslimin di Arab Saudi) diketahui juga menjabat sebagai wakil Sekretaris Jenderal IUMS, yang berpusat di Doha, Qatar. Sedangkan IUMS sendiri telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain.

    “Kami menolak dikelompokkan sebagai organisasi teroris oleh beberapa negara Arab. Kami sendiri telah berperan dalam mengungkap sel-sel terorisme yang diciptakan oleh negara-negara tertentu. IUMS juga mengutuk penangkapan para pemimpin kami. Memenjarakan mereka karena mengatakan kebenaran adalah pertanda azab dan hukuman,” demikian bunyi pernyataan IUMS, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Kamis, (6/9/2018).

    IUMS juga menyerukan kepada dunia muslim, para pemimpinnya yang berpengaruh, para ulama dan intelektual untuk bisa melakukan intervensi kepada Kerajaan Arab Saudi untuk membebaskan para pemimpinnya yang ditahan, termasuk Syaikh Salman Al-Audah.

    IUMS juga menyatakan keprihatinan dan rasa sakit yang mendalam atas dimulainya persidangan terhadap para pemimpin mereka, yaitu : Syaikh Salman Al-Audah, Dr. Awad Al-Qarni, Dr. Khalid Al-Ajmi, Dr. Safar Al-Hawali, Dr. Ali Al-Omari, Dr. Ali Badahdah dan beberapa tahanan lainnya.

    IUMS menyatakan bahwa para ulama yang ditahan ini tidak pernah memberontak kepada Kerajaan. Mereka hanya menawarkan saran tulus tanpa kemunafikan dan fanatisme, apalagi Arab Saudi dikenal sebagai negara Islam dan negeri Tauhid. Tidak ada keraguan bahwa Islam didasarkan pada toleransi, kesabaran dan nasihat, keikhlasan dan bimbingan kebijaksanaan.

    Dalam pernyataannya, IUMS juga mengungkapkan bahwa Kerajaan Arab Saudi di masa kepemimpin Raja Abdullah bin Abdul Aziz telah memberikan izin kepada beberapa Ulama Arab Saudi untuk bergabung dengan IUMS, dan mereka telah mendapatkan izin Kerajaan melalui salah satu Kementerian Arab Saudi.

    Di akhir pernyataannya, IUMS menekankan beberapa poin, termasuk penolakannya dikategorikan sebagai organisasi teroris dan menyatakan bahwa organisasi tersebut didirikan oleh sekelompok cendikiawan Muslim yang mengadopsi pemahaman Islam Moderat. (DH/MTD)

    Sumber : Middle East Monitor | Redaktur : Hermanto Deli
    Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com 

    comments

    Loading...

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here