Jalani Sidang Pledoi Pembelaan, Patrialis Akbar : “Saya yakin Jaksa tidak akan bisa Buktikan Dakwaannya”

1268
Foto : Ricardo (JPNN)

Moslemtoday.com : Mantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar menjalani sidang pledoi pembacaan nota pembelaan atas kasus tindak pidana korupsi yang didakwa atas dirinya di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017).

Dalam nota pembelaannya, Patrialis menyebut tuntutan JPU 12,5 tahun bui berlebihan dan terkesan memaksa. Patrialis menyebut jaksa tak bisa membuktikan dakwaannya. “Dari semula saya yakin betul jaksa tidak akan bisa membuktikan dakwaannya. Terbukti dari semula dakwaan JPU kepada saya adalah menuduh saya menerima USD 70 ribu, SGD 200 ribu, serta Rp 4.043.195, sekarang tuntutannya dipaksakan kepada saya hanya tinggal USD 10 ribu, dan Rp 4.043.195 saja,” ungkap Patrialis.

“Setelah saya mendalami dakwaan maupun tuntutannya, JPU lebih banyak berangkat dari cara pikir dengan asumsi-asumsi, perkiraan-perkiraan, bahkan mengada-ada, merangkai sesuatu cerita yang tidak didasarkan pada fakta persidangan atau memutarbalikkan fakta seakan-akan bisa mengandung kebenaran,” tambah Patrialis.

Patrialis juga menyebut jaksa tidak berhasil mengumpulkan barang bukti saat penangkapan dirinya. Dia juga menyebutkan penyidik melakukan pelanggaran sebelum penerbitan sprindik.

“Bahwa sprindik terhadap diri saya adalah tertanggal 7 Oktober 2016, namun saya sudah disidik pada tanggal 5 Oktober 2016, yakni 2 hari sebelum sprindik diterbitkan. Tentu hal ini telah melanggar UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan putusan MK No 20/PUU-XIV/2016,” jelas Patrialis.

Patrialis menegaskan dirinya tidak bersalah sebagaimana tuntutan JPU. “Padahal saya sama sekali tidak makan uang negara, tidak makan uang bansos, tidak makan uang fakir miskin, dan tidak makan uang siapa pun. Oleh karena itu, patut dipertanyakan ada apakah sesungguhnya muatan yang terkandung sebagai latar belakang dihancurkannya diri saya ini,” ujar Patrialis.

Sebelumnya, Patrialis dituntut dituntut 12,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa juga menyatakan Patrialis wajib mengembalikan uang pengganti yang diterimanya dari Basuki dan Ng Feny sebesar USD 10 ribu dan Rp 4.043.195. (DH/MTD)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here