Jerman melarang maskapai penerbangan Iran terbang di wilayah udaranya setelah tekanan AS

138
Airbus A340-300 dari maskapai penerbangan Iran Mahan Air lepas landas dari bandara Duesseldorf DUS, Jerman 16 Januari 2019. Foto diambil 16 Januari 2019. REUTERS / Wolfgang Rattay

Moslemtoday.com : Jerman telah mencabut izin maskapai penerbangan Iran karena telah mengangkut peralatan dan personil militer ke Suriah serta ke zona perang Timur Tengah lainnya, kata kementerian luar negeri pada Senin, setelah AS memberi tekanan besar  kepada Jerman untuk segera bertindak. seperti dilansir dari Reuters, Selasa, (22/1/2019).

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada Mahan Air pada tahun 2011, karena maskapai tersebut memberikan dukungan keuangan dan lainnya kepada Pengawal Revolusi Islam Iran, serta telah mendesak sekutu Eropa untuk mengikutinya.

Larangan Jerman terhadap maskapai itu segera berlaku, kata juru bicara kementerian luar negeri.

Dihubungi oleh Reuters, Mahan Air di Teheran mengatakan tidak dapat mengomentari segera larangan tersebut.

Langkah itu tidak menandakan rencana untuk penerapan kembali sanksi yang lebih luas terhadap Iran, kata sumber pemerintah Jerman kepada Reuters.

Mahan Air, didirikan pada tahun 1992 sebagai maskapai penerbangan swasta pertama Iran, memiliki armada pesawat terbesar di negara itu dan memiliki penerbangan ke sejumlah negara Eropa, termasuk Perancis, Italia, Spanyol dan Yunani.

Duta Besar AS di Berlin, Richard Grenell, yang telah lama keberatan dengan hubungan Mahan Air dengan Jerman menyambut baik larangan itu.

“Mahan Air telah menerbangkan teroris, senjata, peralatan dan dana ke lokasi internasional untuk mendukung kelompok proksi teroris Iran,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Iran memanfaatkan Mahan Air untuk mendukung rezim Assad di Suriah yang telah berkontribusi membuat penderitaan manusia yang luar biasa, kekerasan, dan ketidakstabilan politik yang dirasakan di seluruh dunia,” katanya, merujuk pada Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert membantah bahwa keputusan untuk melarang Mahan adalah hasil dari tekanan AS.

“Keputusan Jerman didasarkan pada pertimbangan kebutuhan keamanan kami,” katanya dalam konferensi pers reguler.

“Tidak dapat disangkal bahwa maskapai ini juga dapat mengangkut kargo ke Jerman yang mengancam keamanan kami. Ini didasarkan pada pengetahuan tentang aktivitas teroris masa lalu oleh Iran di Eropa, ”tambahnya.

Negara-negara Eropa telah berada di bawah tekanan AS yang berkelanjutan untuk menerapkan kembali sanksi terhadap Iran sejak Presiden Donald Trump tahun lalu menarik Washington dari perjanjian non-proliferasi nuklir yang telah dicapai dengan Teheran di bawah pendahulunya Barack Obama.

Bersama dengan Iran, Negara lain yang menandatangani perjanjian – Jerman, Prancis, Inggris, Rusia dan Cina – masih berusaha untuk tetap sepakat.

Sumber : Reuters| Redaktur : Fairuz syaugi
Copyright © 1439 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

 

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here