JK: Kalau Bertanya Saja Tidak Boleh, Bagaimana Mau Mengkritik

250
Jusuf Kalla. Sumber Foto : Minews.id

Moslemtoday.com : Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meminta sejumlah pihak tidak perlu reaktif menanggapi pertanyaannya yang menjadi polemik terkait bagaimana cara mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi. Menurutnya, kritik dalam sebuah pemerintahan yang demokratis adalah hal yang sangat penting sebagai bagian koreksi jalannya pemerintahan.

“Apabila pemerintahan ingin berjalan secara demokratis, maka penting ada check and balancing dan apa yang saya kemukakan itu berwujud pertanyaan dan itu wajar, bahwa bagaimana dong caranya mengkritik tanpa dipanggil polisi? Itu murni pertanyaan dan banyak menanggapinya secara berbeda-beda terutama buzzer-buzzer ini, kan? Ini kesannya bertanya saja tidak boleh, apalagi mengkritik. Padahal pertanyaan saya sederhana sekali, yaitu bagaimana caranya mengkritik?” kata JK dalam keterangan resminya, Senin (15/2/2021), seperti dikutip dari CNNIndonesia.com

JK sengaja mengajukan pertanyaan tersebut agar masyarakat bisa mendapat penjelasan. Sebab, Presiden Joko Widodo tidak menjelaskan bagaimana caranya agar mengkritik namun tidak dipanggil aparat.

“Sekarang presiden sendiri yang membuka peluang untuk kritik itu dan itu bagus sekali. Tapi caranya harus dijelaskan supaya baik untuk pemerintah dan baik untuk masyarakat. Jadi apakah saya salah kalau mengajukan suatu pertanyaan? Nah, dari situ bisa lihat karakter mereka yang mempersoalkan pertanyaan tersebut itu artinya mereka anti-kritik dan bertentangan dengan Jokowi, buzzer-buzzer itu,” kata JK.

JK turut mengapresiasi tanggapan dan penjelasan dari pihak pemerintah yang telah memberikan penjelasan tentang bagaimana caranya mengkritik. Menurutnya, hal itu harus dilakukan dalam menanggapi pertanyaannya dan tidak menggunakan tafsir yang macam-macam.

Sumber : CNNIndonesia.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here