Jokowi Akui Sulit Damaikan Putin-Zelensky, Terpaksa Ganti Topik Pembicaraan

43

Meski membawa misi damai dalam lawatannya ke Ukraina dan Rusia pada Juni lalu, Presiden Jokowi mengaku sulit membuka ruang dialog antara Presiden Ukraina Zelensky dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Jokowi mengaku sebenarnya berupaya membuka dialog damai ketika bertemu dengan Zelensky selam 1,5 jam dan menghabiskan 2,5 jam untuk berbincang dengan Putin.

“Tapi saya lihat di lapangan, sulit untuk mempertemukan dalam sebuah ruang dialog antara Presiden Putin dan Presiden Zelensky sehingga saat itu saya belokkan ke krisis pangan saja,” ujar Jokowi.

Jokowi mengungkap kesulitan itu saat memberikan pengarahan kepada para kepala Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi se-Indonesia pada Selasa (23/8).

Dalam pengarahan itu, Jokowi berfokus pada penanganan kesulitan ekonomi global, yang juga berpengaruh ke Indonesia.

Dunia ditekan bertubi-tubi dalam beberapa tahun belakangan. Belum rampung pandemi Covid-19, sudah pecah perang antara Rusia dan Ukraina yang memicu krisis pangan di berbagai penjuru dunia.

Kedua negara itu memang dikenal sebagai pengekspor gandum besar di dunia. Saat berbincang dengan Zelensky dan Putin, Jokowi pun sempat menanyakan pasokan gandum di Rusia dan Ukraina.

“Presiden Ukraina menyampaikan bahwa di Ukraina sendiri ada stok 22 juta ton, ditambah lagi panen baru 55 juta ton. Artinya, 77 juta ton ada di Ukraina,” tutur Jokowi dalam video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden.

“Ini ada 207 ton enggak bisa keluar. Bapak ibu bisa bayangkan negara-negara yang mengimpor dari sana, terutama Afrika, saat ini betul-betul berada dalam kondisi sangat sulit.”

Di tengah kekacauan ini, puluhan negara mulai membatasi ekspor demi menghindari atau menyelamatkan diri dari krisis pangan.

“Oleh sebab itu, patut kita syukuri dua minggu yang lalu disampaikan kepada kita sebuah sertifikat dari International Rice Research Institute yang menyatakan ketahanan pangan kita baik dan swasembada beras kita sudah dimulai sejak 2019,” kata Jokowi.

Ketahanan pangan memang menjadi salah satu fokus Jokowi dalam safari politiknya ke Rusia dan Ukraina beberapa bulan lalu.

Namun, sebelum safari diplomasi itu dimulai, Jokowi sebenarnya selalu menggembar-gemborkan ingin menjadi juru damai di tengah perang antara Rusia dan Ukraina yang masih terus berkecamuk.

Di akhir safari itu, Jokowi memang lebih berfokus berbicara mengenai ketahanan pangan ketimbang perkara perang antara Rusia dan Ukraina.

Sumber : CNNIndonesia.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here