Kesepakatan antara Kementerian Urusan Islam Arab Saudi dan Indonesia untuk Menyebarkan Moderasi dan Toleransi

72

Moslemtoday.com : Hari ini, Sabtu, Menteri Agama, dakwah dan Bimbingan islam Arab Saudi, Syekh Dr Abdullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh mengadakan konferensi pers di akhir sesi pembicaraan resmi yang diadakan di Jeddah dengan Menteri Agama Republik Indonesia Yaqout Khalil Qamas, yang saat ini sedang mengunjungi Kerajaan Saudi Arabia, di hadapan media resmi dan sejumlah saluran satelit.

Di awal konferensi pers, Menteri Agama Arab Saudi Dr. Abdullatif Al-Sheikh menekankan kesamaan yang dominan dalam visi antara Kementerian Agama, dakwah dan Bimbingan Islam dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka menyebarkan prinsip moderasi dan toleransi, menolak ekstremisme dan menghilangkan penyebab terorisme, sembari menyebutkan dalam aspek ini bahwa Menteri Agama di Indonesia sangat memahami tentang keadaan saat ini dan memiliki pengetahuan yang besar tentang urusan kaum Muslim dan kondisi mereka.

Beliau menambahkan: “Ini tidak diragukan lagi akan menjadi pendukung besar kerja sungguh sungguh untuk menyebarkan prinsip-prinsip yang diserukan oleh Pelayan Dua Masjidil haram, Raja Salman bin Abdul aziz dan Yang Mulia Putra Mahkota Muhammad bin Salman, semoga Allah melindungi mereka berdua, dalam menyebarkan prinsip-prinsip moderasi dan penolakan kekerasan serta ujar kebencian menurut apa yang dinyatakan dalam Al-Qur’an yang mulia, Sunnah yang suci dan pemahaman para salafus saleh.

Dr Abdullatif Al-Sheikh memuji MoU yang ditandatangani beberapa waktu lalu antara Kementerian Agama Islam Arab Saudi dan Kementerian Agama Republik Indonesia, serta program eksekutif yang akan dicapai Insya Allah, yang berkaitan dengan segala sesuatu yang akan bermanfaat bagi Islam dan umat Islam di kedua negara bersaudara yang terbingkai dalam kerja sama antara dua kementerian untuk mencapai tujuan dan visi mulia dalam berkhidmat kepada Islam dan berdakwah kepadanya.

Beliau menjelaskan, “Memorandum yang telah ditandatangani sebelumnya antara lain kerjasama dalam pelatihan para imam, khatib serta para dai dan saling tukar pengalaman, dan juga usaha untuk menyebarkan Al-Qur’an Al-Karim di Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui al quran yang dicetak oleh Kompleks Percetakan Raja Fahd untuk Al-Qur’anul karim, dimana produksinya yang semakin bertambah -alhamdulillah- hampir mencapai dua puluh juta eksemplar setelah sebelumnya hanya memproduksi sekitar delapan juta eksemplar, yang ini tentu merupakan jumlah yang fantastis, Alhamdulillah, semua hal itu berkat rahmat Allah Yang Maha Esa kemudian arahan dan dukungan Pelayan Dua Masjidilharam, Raja Salman bin Abdulaziz – semoga Tuhan melindunginya-.

Menteri Agama, Syekh Dr Abdullatif Al-Sheikh menegaskan kembali bahwa Kementerian Agama Saudi Arabia dan Kementerian Agama Republik Indonesia sepakat tentang prinsip-prinsip dasar yang merupakan titik awal untuk memulai pelaksanaan arahan Pelayan Dua Masjidil haram dan Yang Mulia Putra Mahkota untuk menyebarkan moderasi dan menolak penyebab munculnya kerusakan, kekerasan, kebencian, radikalisme dan memerangi terorisme beserta penyebab-penyebabnya melalui dakwah islam, membimbing manusia sesuai Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, berdasarkan pemahaman para salafus saleh terhadap teks Al-Qur’anulkarim dan Sunnah Nabi yang mulia.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia Yakut Qamas mengingatkan pertemuan yang dilakukannya dengan Menteri Agama Saudi Arabia untuk membahas kerja sama bilateral dan mengaktifkan nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya antara kedua negara bersaudara itu. menekankan keinginan Kementerian Agama di Indonesia untuk mengambil pengalaman dari upaya yang dilakukan oleh Kerajaan Saudi Arabia yang diwakili oleh Kementerian Agama, dakwah dan bimbingan islam dalam memanej dan mengatur kegiatan dakwah dan da’i, serta aturan pengeras suara di masjid-masjid agar tidak menimbulkan kegaduhan antar masjid. Beliau mengatakan: “Insya Allah kami akan berusaha untuk mengambil pengalaman dari Anda di masa depan untuk menerapkannya di Indonesia dalam rangka menyebarkan kebaikan, insya Allah.”

Yaqoot menekankan bahwa setiap orang di Indonesia ingin mencapai moderasi, menyebarkan keamanan dan kebaikan, dan memerangi ekstremisme dan ujaran kebencian yang dilakukan oleh para radikal, hal ini menunjukkan bahwa sistem yang ada di Indonesia, seperti sistem yang ada di Arab Saudi, menghormati dan mengakui hak semua masyarakat, karena hal ini adalah memaslahatan bersama.

Mengenai intervensi Iran di negara-negara Islam untuk menyebarkan doktrin Safawi, menabur benih-benih perselisihan di antara umat Islam dan mendukung jaringan teroris, “Yaqout” mengatakan: “Kami bertekad dengan izin Allah Yang Maha Kuasa, untuk memerangi semua orang yang mencoba mengganggu keamanan atau menghasut dan menebar ujaran kebencian dari kelompok manapun. Kami akan berusaha membuntutinya dan mengadilinya demi menyebarkan kebaikan.” Karena hal ini merupakan memaslahatan semua orang.”

Menteri agama Indonesia memuji pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, yang dipimpin oleh Pelayan Dua Masjidilharam, Raja Salman bin Abdulaziz, dan Yang Mulia Putra Mahkota -semoga Tuhan melindungi mereka – dalam memerangi segala bentuk kerusakan dan upaya serius menegakkan keadilan diantara sesama, serta penyebaran moderasi, menjaga nilai-nilai agama yang mulia dan penyebaran toleransi dan kerukunan. Pada akhir pernyataannya, Menteri Agama RI mengatakan: “Saya senang dengan apa yang saya saksikan di Kerajaan Saudi Arabia yang mengalami kebangkitan dan perkembangan pesat di berbagai bidang, dan ini adalah bukti kepedulian dan keseriusan Kerajaan Saudi Arabia untuk terus maju dan berkembang dalam melayani rakyatnya dan semua orang yang datang mengunjunginya, baik untuk haji, umrah atau pariwisata.

Beliau menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Menteri “Al-Sheikh” atas sambutan yang begitu hangat kepada beliau dan delegasi yang menemaninya, sembari kembali mengapresiasi upaya yang lakukan oleh Menteri Agama Saudi dalam berkhidmat kepada islam dan menyebarkan moderasi dan toleransi.

Kontibutor: Abdullah al Anazi
Penerjemah : Dr. Muhammad Nur Ihsan, Lc, M.A
Sumber: توافق بين وزارتي الشؤون الإسلامية في السعودية وإندونيسيا لنشر الوسطية والتسامح (sabq.org)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here