Ketua Komisi VIII : Perkembangan Penyelengaraan Haji Tahun ini Membaik

592

Moslemtoday.com : Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher menilai bahwa perkembangan penyelenggaran ibadah haji tahun ini membaik. Hal ini disampaikan Ali usai melakukan pertemuan dengan Kepala Daker Makkah di Syisyah.

“Untuk Madinah, kita tidak menemukan hal-hal yang besar karena seluruh kegiatan sudah diarahkan di Makkah dan tidak ada lagi jemaah. Namun mereka tetap stand by di situ untuk menerima kedatangan gelombang kedua,” terang Ali Taher, Rabu (07/09).

Tim Pengawas DPR Gelombang Kedua ini tiba di Madinah pada Minggu lalu. Saat itu, seluruh jemaah haji Indonesia gelombang pertama sudah berada di Kota Makkah. Tim pengawas ini dijadwalkan akan bertugas di Arab Saudi sampai 21 September 2016.

Selain Ali Taher, rombongan mereka terdiri dari: Deding Iskak, Iskan Qolba Lubis, Yudi Widia Nadya, Desi Ratnasari, Siti Masrifah, Lidya Hanifa Amalia, Syamsul Mujahidin, Alifah Riziani, Abirin Firki, Riska, Muslih Zainal Abidin, dan Erwin Muslimin Singajeruk.

“Di Makkah, kita monitor perkembangannya juga sebenarnya sudah mulai membaik. Hal ini akibat koordinasi yang cukup dan petugas sangat cepat dan tanggap,” tambahnya.

Baca juga :

Meski demikian, Ali Taher meminta agar petugas haji tetap waspada karena banyak jemaah yang berasal dari daerah dan karenanya memerlukan perhatian, pengarahan, serta bimbingan supaya mereka tidak tersesat. “Pola makan jemaah supaya diatur, untuk menjaga stamina dan kesehatan karena penyesuaian iklim. Menu dan cita rasa makanan penting untuk diperhatikan,” jelasnya.

Anggota DPR dari PAN ini juga menyoroti masalah kesehatan jemaah. Menurutnya, sampai saat ini di sebagian jemaah masih ada penilaian bahwa sakit saat berhaji adalah aib karena dianggap sebagai bagian dari hukuman.

Kepada tim Daker Makkah, Ali berharap dapat meningkatkan layanan dan kecepatan dalam merespon setiap masalah yang muncul. “Pentingnya plan, do, check, and action, tanggap terhadap setiap informasi yang muncul dan ditindaklanjuti dengan pemecahan masalahnya. Ukurannya cuma satu yaitu waktu,” ujarnya.

Sumber : KEMENAG.go.id

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here