Ketua MPR: Jika Terkait Tindakan Radikal dan Teror, Melawannya Tak Cukup dengan Penangkapan, Ideologi Lawan dengan Ideologi

98

Moslemtoday.com : Ketua Majelis Permusyawartan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menilai bahwa penegakan hukum saja tidak cukup untuk melawan radikalisme dan terorisme. Menurut Bamsoet, radikalisme dan terorisme yang menyangkut ideologi harus dilawan pula dengan ideologi.

“Jika terkait tindakan radikal dan teror, melawannya tidak cukup hanya dengan melakukan penangkapan dan penegakan dari sisi hukum, mengingat yang kita lawan bukan orang ataupun kelompok, melainkan ideologi,” kata Bambang Soesatyo, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 7 Desember 2022, seperti dikutip dari VIVA.co.id

Secara khusus di Asia Tenggara maupun Indonesia, kata Bamsoet, terdapat tiga tren transisi terorisme, yakni pelibatan kelompok perempuan dan anak-anak, menurunnya kapasitas destruksi aksi teror, serta penggunaan media internet sebagai komunikasi dan penyebaran terorisme.

“Khusus penggunaan media, laporan Global Terrorism Index 2022 menekankan bahwa salah satu penyebabnya adalah pandemi COVID-19. Kondisi sosiokultural yang serba terbatas di seluruh dunia membuat masyarakat menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya,” ujarnya.

Untuk itu, Bamsoet menyebut aksi bom bunuh diri di Markas Polsek Astana Anyar hari ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa upaya-upaya untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat melalui tindakan teror masih belum berhenti dilakukan oleh kelompok tertentu.

Ia juga mengatakan bahwa tindakan bom bunuh diri tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang mana pun. “Baik dari sudut pandang konstitusi kewarganegaraan maupun dari sudut pandang ajaran berbagai agama yang diakui oleh bangsa Indonesia,” tambahnya.

Sumber : VIVA.co.id

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here