Ketum PBNU: UU Ciptaker Hanya Untungkan Konglomerat

277

Moslemtoday.com : Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siradj mengatakan, Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan DPR RI pada Senin (5/10) lalu, tidak seimbang. Menurut Said Aqil, yang terkandung di dalam undang-undang tersebut hanya menguntungkan konglomerat.

“Undang-undang cipta kerja namanya, disingkat Cilaka, itu jelas-jelas tidak seimbang, hanya menguntung satu kelompok, hanya menguntungkan konglomerat, kapitalis, investor, tapi menindas, menginjak kepentingan atau nasib para buruh, para petani, rakyat kecil,” ujarnya saat memberikan sambuatan secara virutal dalam kegiatan PKKMB Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta, Rabu (7/9/2020), seperti dilansir dari Republika.co.id

Said Aqil menjelaskan, warga nahdliyin harus memiliki sikap tegas terhadap UU Cipta Kerja yang tengah menjadi kontroversial itu. Karena itu, dia mengajak, kepada seluruh warga NU agar mencari jalan keluar bersama dengan cara-cara yang elegan.

“Kita harus punya sikap yang tegas, dalam hal ini mari kita cari jalan keluar yang elegan, yang seimbang, tawasuth,” ucapnya.

Menurut dia, kepentingan konglomerat harus tetap dijamin keselamatannya, tapi rakyat kecil juga harus dijamin agar tidak merugi dengan adanya UU Cipta Kerja tersebut, khususnya yang menyangkut pertanahan, kedaulatan pangan, dan pendidikan.

“Pendidikan dianggap lembaga seperti perusahaan, ini tidak benar. Kita harus melakukan judicial review, minta ditinjau ulang, tapi dengan cara elegan, bukan cara anarkis,” kata Kiai Said.

Sumber : Republika.co.id

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here