KH. Ma’ruf Amin: Fatwa MUI Tidak Merusak Bhinneka Tunggal Ika

1262

Moslemtoday.com : Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons munculnya berbagai tanggapan berbagai pihak terhadap fatwa MUI Nomor 56 tahun 2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Non-Muslim. MUI melihat ada pemahaman keliru menilai fatwa tersebut.

MUI menilai fatwa tersebut tidak menimbulkan polemik karena jelas fatwanya hanya untuk umat Islam. “Menurut kami fatwa ini tidak berpotensi polemik karena fatwa ini ditujukan kepada umat Islam,” kata Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin, demikian sebagaimana dikutip dari Republika.co.id, Rabu, (21/12/2016).

Ia menerangkan, sebenarnya tidak ada potensi terjadinya konflik. Potensi konflik ada ketika fatwa MUI ditanggapi oleh pihak lain dan dianggap mengganggu mereka. Sebenarnya yang terganggu hanya mereka yang ingin memeriahkan hari keagamaan dengan cara memaksa umat Islam memakai atribut non-Muslim.  Ia menjelaskan, sebenarnya fatwa MUI memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat Islam.

“Secara jelas fatwa tersebut ditujukan kepada umat Islam dan menjaga akidah dan keyakinannya, serta melarang pihak mana pun untuk mengajak dan/atau memerintahkan kepada umat Islam untuk menggunakan atribut keagamaan non-Muslim, karena hal itu bertentangan dengan akidah dan keyakinannya,” ujar Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.

Fatwa tersebut dibuat dalam kerangka penghormatan kepada prinsip kebinnekaan dan kerukunan beragama di Indonesia. Makna dari kebinnekaan adalah kesadaran terhadap perbedaan, termasuk perbedaan dalam menjalankan keyakinan agamanya.

“Dengan demikian faktor penting dalam prinsip kebinnekaan adalah adanya saling menghormati dan tidak memaksakan keyakinannya tersebut kepada orang lain,” tambah KH. Ma’ruf. Setiap bentuk pemaksaan keyakinan kepada orang lain adalah bertentangan dengan HAM dan konstitusi.

Kiai Ma’ruf mengatakan fatwa MUI mempunyai daya ingat keagamaan (ilzam syar’i) dan merupakan panduan bagi umat Islam dalam menjaga akidah dan keyakinannya, serta menjadi kaidah penuntun dan sumber inspirasi dalam pembentukan peraturan perundangan di Indonesia.

Oleh karena itu, Dewan Pimpinan MUI mengapresiasi kepada berbagai pihak, khususnya jajaran kepolisian dan kepala daerah yang menjadikan fatwa tersebut sebagai sumber rujukan dalam menjaga ketertiban dan kerukunan umat beragama di Indonesia. (DH)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here