Khamis ibn Rimthan, Sosok Pemandu Badui yang Melacak Minyak Pertama Saudi di Padang Pasir

1918

Moslemtoday.com : Jauh sebelum penemuan GPS dan pengembangan peralatan untuk eksplorasi minyak dan gas bumi, raksasa minyak Saudi Aramco menggunakan bantuan pemandu. Salah satu pelacak mereka yang paling terkemuka adalah Khamis ibn Rimthan, dari suku Ujman.

Pada minggu Lalu, Aramco memberikan penghargaan kepada Khamis ibn Rimthan dengan mengabadikan namanya di salah satu tanker minyak Saudi Aramco, seperti dilansir dari Al-Arabiya, Selasa, (17/10/2017).

Ini bukan pertama kalinya Aramco memberikan penghargaan atas keahlian dan usaha ibn Rimthan . Pada tahun 1974, Aramco juga mengabadikan nama  sumur minyak pertama yang ditemukan di provinsi timur, yaitu sumur no. 7, di Arab Saudi.

Ibnu Rimthan adalah salah satu pemandu paling terkenal yang sangat dipuji oleh ahli geologi saat melakukan pengeboran dan eksplorasi minyak pertama kali yang dimulai di Arab Saudi.

Ibnu Rimthan adalah pemandu pertama yang ditugaskan oleh pemerintah Saudi dan kemudian ditugaskan ke Aramco pada tahun 1934.

Ibnu Rimthan dan ahli geologi Amerika Max Steineke ditugaskan oleh Raja Abdulaziz untuk menemukan minyak untuk penggunaan komersial di provinsi timur. Meski banyak yang menyerah mencari minyak di sana, mereka akhirnya menemukan sumur minyak pertama, yang kemudian dijuluki sebagai “Oil Seven Ibn Rimthan”.

Pemandu terkenal tersebut meninggal dunia pada tahun 1959 pada usia 50 tahun setelah menderita kanker dan Arab Saudi memberikan penghargaan istimewa Kerajaan atas upayanya dalam menemukan sumur minyak. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here