Kisah Pasien Coronavirus di China : Sembuh, Dipulangkan, Sakit Lagi Lalu Meninggal

349

Moslemtoday.com : Li Liang, Seorang pasien coronavirus di Kota Wuhan, berusia 36 tahun telah meninggal dunia beberapa hari setelah dipulangkan dari rumah sakit. Li Liang sempat dirawat selama dua minggu di rumah sakit dengan gejala ringan hingga sedang, kemudian dinyatakan sembuh dan dipulangkan.

Li Liang yang sebelumnya dipulangkan kemudian dibawa lagi ke rumah sakit. Istri Liang mengatakan bahwa ia mulai merasa sakit lagi dua hari setelah meninggalkan rumah sakit. Li Liang juga menjalani karantina selama 14 hari. Li Liang meninggal pada 2 Maret 2020.

Sertifikat kematiannya mencantumkan bahwa penyebab kematiannya karena adanya penyumbatan dan kegagalan pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus.

The Guangzhou Daily melaporkan Li Liang dites negatif pada dua hari berturut-turut dan menunjukkan suhu normal selama lebih dari tiga hari sebelum ia meninggalkan rumah sakit, seperti dilansir dari news.com.au, Jumat, (6/3/2020)

Rumah sakit sekarang telah mulai menahan pasien yang sudah pulih setelah kejadian tersebut. Pejabat Wuhan memerintahkan mereka akan tetap di rumah sakit untuk tes lebih lanjut.

“Untuk mengurangi kasus pengulangan dan memastikan semua orang pulih sepenuhnya, rumah sakit telah memutuskan untuk melakukan lebih banyak tes,” kata pengumuman itu.

Sementara itu, satu pasien dinyatakan positif kembali setelah dipulangkan dari rumah sakit di Provinsi Zhejiang 18 hari yang lalu dan melewati masa karantina dua minggu. Pasien tersebut didiagnosis lagi 10 hari setelah meninggalkan rumah sakit. Di Guangdong, 14 persen pasien dinyatakan positif lagi beberapa hari setelah mereka meninggalkan rumah sakit.

Dikutip dari Business Insider, tubuh tidak menjadi kebal setelah infeksi. Zhan Qingyuan, direktur pencegahan dan perawatan pneumonia di China-Japan Friendship Hospital memperingatkan bahwa ini bisa terjadi.

“Untuk pasien yang telah sembuh, ada kemungkinan kambuh. Antibodi akan dihasilkan. Namun, pada individu tertentu, antibodi tidak dapat bertahan selama itu. Ketika virus memasuki tubuh manusia, virus itu mencoba menempel dan mengambil alih sel inang. Sebagai tanggapan, sistem kekebalan tubuh kita menghasilkan antibodi: protein yang mengenali dan menghilangkan virus,” kata Zhan. (DH/MTD)

Sumber : news.com.auBusiness Insider | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here