Kisah Shahabat Nabi, Abdullah bin Masโ€™ud Radhiyallahu ‘Anhu Memberantas Bid’ah

4214
Kisah Shahabat Nabi โ€˜Abdullah bin Masโ€™ud Radhiyallahu ‘Anhu Memberantas Bid’ah
Bismillaah.
๐ŸŒธ Terdapat kisah yang telah masyhur dari seorang sahabat nabi, Ibnu Masโ€™ud – radhiyallahu โ€˜anhu – ketika beliau melewati suatu masjid yang di dalamnya terdapat orang-orang yang sedang duduk membentuk lingkaran.

Mereka mencoba beribadah dengan cara bertakbir, bertahlil, bertasbih, dengan cara-cara yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Dan mereka lakukan dengan sungguh-sungguh, dan tentu saja menikmatinya.

Lalu Ibnu Masโ€™ud – radhiyallahu โ€˜anhu – mengingkari mereka dengan mengatakan:

ููŽุนูุฏู‘ููˆุง ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชููƒูู…ู’ ููŽุฃูŽู†ูŽุง ุถูŽุงู…ูู†ูŒ ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุถููŠุนูŽ ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชููƒูู…ู’ ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ุŒ ูˆูŽูŠู’ุญูŽูƒูู…ู’ ูŠูŽุง ุฃูู…ู‘ูŽุฉูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ู…ูŽุง ุฃูŽุณู’ุฑูŽุนูŽ ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽุชูŽูƒูู…ู’ ุŒ ู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู ุตูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ู†ูŽุจููŠู‘ููƒูู…ู’ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู…ูุชูŽูˆูŽุงููุฑููˆู†ูŽ ูˆูŽู‡ูŽุฐูู‡ู ุซููŠูŽุงุจูู‡ู ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุจู’ู„ูŽ ูˆูŽุขู†ููŠูŽุชูู‡ู ู„ูŽู…ู’ ุชููƒู’ุณูŽุฑู’ ุŒ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ู†ูŽูู’ุณูู‰ ููู‰ ูŠูŽุฏูู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูู„ู‘ูŽุฉู ู‡ูู‰ูŽ ุฃูŽู‡ู’ุฏูŽู‰ ู…ูู†ู’ ู…ูู„ู‘ูŽุฉู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุŒ ุฃูŽูˆู’ ู…ููู’ุชูŽุชูุญูู‰ ุจูŽุงุจู ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉู.

โ€œHitunglah dosa-dosa kalian. Aku adalah penjamin bahwa sedikit pun dari amalan kebaikan kalian tidak akan hilang. Celakalah kalian, wahai umat Muhammad! Begitu cepat kebinasaan kalian! Mereka sahabat nabi kalian masih ada. Pakaian beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga belum rusak. Bejananya pun belum pecah. Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, apakah kalian berada dalam agama yang lebih baik dari agamanya Muhammad? Ataukah kalian ingin membuka pintu kesesatan (Bidโ€™ah)?โ€

ู‚ูŽุงู„ููˆุง : ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ู…ูŽุง ุฃูŽุฑูŽุฏู’ู†ูŽุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูˆูŽูƒูŽู…ู’ ู…ูู†ู’ ู…ูุฑููŠุฏู ู„ูู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ู„ูŽู†ู’ ูŠูุตููŠุจูŽู‡ู

Mereka menjawab, membantah, โ€Demi Allah, wahai Abu โ€˜Abdurrahman (Ibnu Masโ€™ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.โ€

Ibnu Masโ€™ud berkata, โ€œBetapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya.โ€

[HR. Ad Darimi no. 204 (1/79)]๐ŸŒฟ

Lihatlah seorang sahabat nabi yang dididik langsung oleh Rasulullah, shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ini – yaitu Ibnu Masโ€™ud radhiyallahu ‘anhu – mengajarkan bahwa niat baik dan keikhlasan dalam melakukan ‘ibadah semata-mata tidaklah cukup. ‘Ibadah dapat diterima di sisi Allah juga harus harus mencocoki, harus benar-benar sesuai dengan teladan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Jika tidak, sungguh berisiko dengan sendirinya, tertolak.

Sungguh, generasi kaum Sahabat Nabi – radhiyallahu ‘anhum – dijamin Allah benar dan selamat. Mereka digolongkan sebagai kaum Salafush Sholih (kaum Pendahulu Yang Salih), bersama 2 generasi berikutnya yakni Tabi’iin dan Tabi’ut Tabi’iin, yang tentu secara wajar, degradatif menurun kualitasnya semakin lama semakin mendekati Akhir Jaman, namun tetap secara statistika manajemen kualitas, diakui sebagai yang tetap masuk sebagai yang terbaik.

Namun juga dijamin bahwa di jaman apapun, akan selalu ada kaum yang disetarakan kualitasnya dengan kaum Salafush Sholih, khususnya generasi Sahabat Nabi ini, jika kaum itu mau meneladani kaum Sahabat Nabi ini.

Ini peringatan dan harapan bagi kita semua, agar benar-benar berusaha menilai apakah ‘ibadah yang kita jalankan, adalah ‘ibadah yang sebenarnya, ataukah ‘ibadah’ yang kita kita kira benar namun justru berisiko dimurkai Allah yang telah mengutus 124.000 nabi dan rosul sejak awal jaman?

Sungguh telah datang banyak peringatan dariNya.

Namun sungguh juga, begitu banyak dari kita, mengabaikannya.

Sungguh benar bahwa menuntut ‘ilmu (Agama) itu diwajibkan dalam Islaam.

Karena dengannya, kita tahu mana yang salah dan mana yang benar dalam Islaam.

Sudi simaklah berbagai hadits peringatan tentang amat berbahayanya Bid’ah itu, saudara:

Hadits 1

๐ŸŒธ Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wasallamย bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซูŽ ููู‰ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏูŒู‘

โ€œBarangsiapa membuat suatuย perkara baru dalam urusan kami iniย (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolakโ€ย (HR. Bukhari no.ย 2697ย dan Muslim no.ย 1718) ๐ŸŒฟ

Hadits 2

๐ŸŒธ Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wasallamย bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ุงู‹ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏูŒู‘

โ€œBarangsiapa melakukan suatuย amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolakโ€ย (HR. Muslim no.ย 1718) ๐ŸŒฟ

Hadits 3

๐ŸŒธ Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan:

ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ู‡ูุฏูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุดูŽุฑูู‘ ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชูู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูู„ูู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉูŒ

โ€œAmma baโ€™du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.ย Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bidโ€™ah, setiap bidโ€™ah adalah kesesatanโ€ย (HR. Muslim no. 867) ๐ŸŒฟ

๐ŸŒธ Dalam riwayat An Nasaโ€™i:

ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู„ุง ู…ูุถูู„ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ุง ู‡ูŽุงุฏููŠูŽ ู„ูŽู‡ู ุŒ ุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽุตูŽุฏูŽู‚ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ูŠู ู‡ูŽุฏู’ูŠู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุŒ ูˆูŽุดูŽุฑูŽู‘ ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชูู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽูƒูู„ูŽู‘ ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุฉู ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ ุŒ ูˆูŽูƒูู„ูŽู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงู„ูŽุฉูŒ ุŒ ูˆูŽูƒูู„ูŽู‘ ุถูŽู„ุงู„ูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

โ€œBarangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.ย Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bidโ€™ah, setiap bidโ€™ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di nerakaโ€ย (HR. An Nasaโ€™i no.ย 1578,ย dishahihkan oleh Al Albani dalamย Shahih wa Dhaโ€™if Sunan An Nasaโ€™i) ๐ŸŒฟ

Hadits 4

๐ŸŒธRasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda:

ุฃููˆุตููŠูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู…ู’ุนู ูˆูŽุงู„ุทูŽู‘ุงุนูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ุญูŽุจูŽุดููŠู‹ู‘ุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนูุดู’ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‰ ููŽุณูŽูŠูŽุฑูŽู‰ ุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุณูู†ูŽู‘ุชูู‰ ูˆูŽุณูู†ูŽู‘ุฉู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠูู‘ูŠู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุดูุฏููŠู†ูŽ ุชูŽู…ูŽุณูŽู‘ูƒููˆุง ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุนูŽุถูู‘ูˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ูŽู‘ูˆูŽุงุฌูุฐู ูˆูŽุฅููŠูŽู‘ุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชู ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ููŽุฅูู†ูŽู‘ ูƒูู„ูŽู‘ ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุฉู ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ ูˆูŽูƒูู„ูŽู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉูŒ

โ€œAku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan taโ€™at kepada pemimpin walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku danย sunnahย Khulafaโ€™ur Rasyidiin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian.ย Jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan karena setiap perkara (agama) yang diada-adakan adalah bidโ€™ah dan setiap bidโ€™ah adalah kesesatanโ€ย (HR. At Tirmidzi no.ย 2676. ia berkata: โ€œhadits ini hasan shahihโ€) ๐ŸŒฟ

Hadits 5

๐ŸŒธ Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda:

ุฅูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽุฌูŽุจูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูˆู’ุจูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุตูŽุงุญูุจู ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฏูŽุนู’ ุจูุฏู’ุนูŽุชูŽู‡ู

โ€œSungguh Allah menghalangi taubat dari setiapย pelaku bidโ€™ahย sampai ia meninggalkan bidโ€™ahnyaโ€ย ย (HR. Ath Thabrani dalamย Al Ausathย no.4334. Dishahihkan oleh Al Albani dalamย Shahih At Targhib wa At Tarhibย no. 54) ๐ŸŒฟ

Hadits 6

๐ŸŒธ Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wasallamย bersabda:

ุฃูŽู†ูŽุง ููŽุฑูŽุทููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุญูŽูˆู’ุถู ุŒ ู„ูŽูŠูุฑู’ููŽุนูŽู†ูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‰ูŽู‘ ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู‡ู’ูˆูŽูŠู’ุชู ู„ุฃูู†ูŽุงูˆูู„ูŽู‡ูู…ู ุงุฎู’ุชูู„ูุฌููˆุง ุฏููˆู†ูู‰ ููŽุฃูŽู‚ููˆู„ู ุฃูŽู‰ู’ ุฑูŽุจูู‘ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‰ . ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ุงูŽ ุชูŽุฏู’ุฑูู‰ ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซููˆุง ุจูŽุนู’ุฏูŽูƒูŽ

โ€œAku akan mendahului kalian di al Haudh (telaga). Lalu ditampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, โ€˜Wahai Rabbku, ini adalah umatkuโ€™. Allah berfirman, โ€˜Engkau tidak tahu (bidโ€™ah) yang mereka ada-adakan sepeninggalmuโ€™ โ€œย (HR. Bukhari no.ย 6576,ย 7049) ๐ŸŒฟ

๐ŸŒธDalam riwayat lain dikatakan:

ุฅูู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูู‘ู‰ . ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุฏู’ุฑูู‰ ู…ูŽุง ุจูŽุฏูŽู‘ู„ููˆุง ุจูŽุนู’ุฏูŽูƒูŽ ููŽุฃูŽู‚ููˆู„ู ุณูุญู’ู‚ู‹ุง ุณูุญู’ู‚ู‹ุง ู„ูู…ูŽู†ู’ ุจูŽุฏูŽู‘ู„ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูู‰

โ€œ(Wahai Rabb), sungguh mereka bagian dari pengikutku. Lalu Allah berfirman, โ€˜Sungguh engkau tidak tahu bahwa sepeninggalmu mereka telah mengganti ajaranmuโ€. Kemudian Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengatakan, โ€œCelaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahkuโ€(HR. Bukhari no.ย 7050) ๐ŸŒฟ

Hadits 7

๐ŸŒธ Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda:

ุงู†ูŽู‘ู‡ู ุณูŽูŠูŽู„ููŠ ุฃูŽู…ู’ุฑูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏููŠ ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ูŠูุทู’ููุฆููˆู†ูŽ ุงู„ุณูู‘ู†ูŽู‘ุฉูŽ ุŒ ูˆูŽูŠูุญู’ุฏูุซููˆู†ูŽ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู‹ ุŒ ูˆูŽูŠูุคูŽุฎูู‘ุฑููˆู†ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูŽูˆูŽุงู‚ููŠุชูู‡ูŽุง โ€ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู : ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุŒ ูƒูŽูŠู’ููŽ ุจููŠ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒู’ุชูู‡ูู…ู’ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : โ€ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุฃูู…ูู‘ ุนูŽุจู’ุฏู ุทูŽุงุนูŽุฉูŒ ู„ูู…ูŽู†ู’ ุนูŽุตูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ โ€ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ูŽุง ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ู…ูŽุฑูŽู‘ุงุชู

โ€œSungguh diantara perkara yang akan datang pada kalian sepeninggalku nanti, yaituย akan ada orang (pemimpin) yang mematikan sunnah dan membuat bidโ€™ah. Mereka juga mengakhirkan shalat dari waktu sebenarnyaโ€™. Ibnu Masโ€™ud lalu bertanya: โ€˜apa yang mesti kami perbuat jika kami menemui mereka?โ€™ Nabi bersabda: โ€˜Wahai anak Adam, tidak ada ketaatan pada orang yang bermaksiat pada Allah’โ€. Beliau mengatakannya sebanyak 3 kali. (HR. Ahmad no.3659, Ibnu Majah no.2860. Dishahihkan Al Albani dalamย Silsilah Ahadits Shahihah, 2864) ๐ŸŒฟ

Hadits 8

๐ŸŒธ Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda:

ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุง ุณูู†ูŽู‘ุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุณูู†ูŽู‘ุชููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูู…ููŠุชูŽุชู’ ุจูŽุนู’ุฏููŠ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุฌู’ุฑู ู…ูุซู’ู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู ุงุจู’ุชูŽุฏูŽุนูŽ ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŽ ุถูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉู ู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุขุซูŽุงู…ู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง

โ€œBarangsiapa yang sepeninggalku menghidupkan sebuah sunnah yang aku ajarkan, maka ia akan mendapatkan pahala semisal dengan pahala orang-orang yang melakukannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.ย Barangsiapa yang membuat sebuah bidโ€™ah dhalalah yang tidak diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan dosa semisal dengan dosa orang-orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpunโ€ (HR. Tirmidzi no.2677, ia berkata: โ€œHadits ini hasanโ€) ๐ŸŒฟ

Hadits 9

๐ŸŒธ Hadits dari Hudzaifah Ibnul Yaman, ia berkata:

ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ! ุฅู†ุง ูƒู†ุง ุจุดุฑูŒ . ูุฌุงุก ุงู„ู„ู‡ู ุจุฎูŠุฑู . ูู†ุญู† ููŠู‡ . ูู‡ู„ ู…ู† ูˆุฑุงุกู ู‡ุฐุง ุงู„ุฎูŠุฑู ุดุฑูŒู‘ ุŸ ู‚ุงู„ ( ู†ุนู… ) ู‚ู„ุชู : ู‡ู„ ู…ู† ูˆุฑุงุกู ุฐู„ูƒ ุงู„ุดุฑูู‘ ุฎูŠุฑูŒ ุŸ ู‚ุงู„ ( ู†ุนู… ) ู‚ู„ุชู : ูู‡ู„ ู…ู† ูˆุฑุงุกู ุฐู„ูƒ ุงู„ุฎูŠุฑู ุดุฑูŒู‘ ุŸ ู‚ุงู„ ( ู†ุนู… ) ู‚ู„ุชู : ูƒูŠู ุŸ ู‚ุงู„ ( ูŠูƒูˆู† ุจุนุฏูŠ ุฃุฆู…ุฉูŒ ู„ุง ูŠู‡ุชุฏูˆู† ุจู‡ุฏุงูŠูŽ ุŒ ูˆู„ุง ูŠุณุชู†ูู‘ูˆู† ุจุณูู†ูŽู‘ุชูŠ . ูˆุณูŠู‚ูˆู… ููŠู‡ู… ุฑุฌุงู„ูŒ ู‚ู„ูˆุจูู‡ู… ู‚ู„ูˆุจู ุงู„ุดูŠุงุทูŠู†ู ููŠ ุฌูุซู…ุงู†ู ุฅู†ุณู ) ู‚ุงู„ ู‚ู„ุชู : ูƒูŠู ุฃุตู†ุนู ุŸ ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ! ุฅู† ุฃุฏุฑูƒุช ูุฐู„ูƒ ุŸ ู‚ุงู„ ( ุชุณู…ุนู ูˆุชุทูŠุน ู„ู„ุฃู…ูŠุฑู . ูˆุฅู† ุถูŽุฑูŽุจ ุธู‡ุฑูŽูƒ . ูˆุฃุฎุฐ ู…ุงู„ูŽูƒ . ูุงุณู…ุนู’ ูˆุฃุทุนู’ )

โ€œWahai Rasulullah, dulu kami orang biasa. Lalu Allah mendatangkan kami kebaikan (berupa Islam), dan kami sekarang berada dalam keislaman. Apakah setelah semua ini akan datang kejelekan? Nabi bersabda: โ€˜Yaโ€™. Apakah setelah itu akan datang kebaikan? Nabi bersabda: โ€˜Yaโ€™. Apakah setelah itu akan datang kejelekan? Nabi bersabda: โ€˜Yaโ€™. Aku bertanya: โ€˜Apa itu?โ€™. Nabi bersabda: โ€˜akan datang para pemimpin yangย tidak berpegang pada petunjukku dan tidak berpegang pada sunnahku. Akan hidup diantara mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan namun berjasad manusiaโ€™. Aku bertanya: โ€˜Apa yang mesti kami perbuat wahai Rasulullah jika mendapati mereka?โ€™. Nabi bersabda: โ€˜Tetaplah mendengar dan taat kepada penguasa, walau mereka memukul punggungmu atau mengambil hartamu, tetaplah mendengar dan taatโ€™โ€ (HR. Muslim no.1847) ๐ŸŒฟ

Arti dari “tidak berpegang pada petunjuk/sunnah Nabi”, artinya ia sampai berpegang pada sunnah-sunnah yang berasal dari selain Allah dan Rasul-Nya, yang ini jelas adalah kebidโ€™ahan. Dan berisiko besar.

Hadits 10

๐ŸŒธ Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda:

ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูุบูŽูŠูู‘ุฑู ุณูู†ูŽู‘ุชููŠ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุฃูู…ูŽูŠูŽู‘ุฉูŽ

โ€œOrang yang akan pertama kaliย mengubah-ubah sunnahkuย berasal dari Bani Umayyaahโ€ (HR. Ibnu Abi Ashim dalam Al Awaโ€™il, no.61, dishahihkan Al Albani dalamย Silsilah Ash Shahihahย 1749) ๐ŸŒฟ

Dalam hadits ini Nabi mengabarkan bahwa akan ada orang yang mengubah-ubah sunnah beliau, dan dia berasal dari keturunan Mu’awiyah bin Abu Sufyan (Bani Umayyaah). Sunnah Nabi yang diubah-ubah ini, adalah kebidโ€™ahan.

Hadits 11

๐ŸŒธ Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda:

ุฌูŽุงุกูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ุฑูŽู‡ู’ุทู ุฅูู„ูŽู‰ ุจููŠููˆุชู ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ููˆู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุŒ ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฃูุฎู’ุจูุฑููˆุง ูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุชูŽู‚ูŽุงู„ูู‘ูˆู‡ูŽุง ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง : ูˆูŽุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ู†ูŽุญู’ู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽุฃูŽุฎูŽู‘ุฑูŽ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ : ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ูŽุง ุŒ ููŽุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ูŽ ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุขุฎูŽุฑู : ุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุตููˆู…ู ุงู„ุฏูŽู‘ู‡ู’ุฑูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุฃููู’ุทูุฑู ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุขุฎูŽุฑู : ุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุนู’ุชูŽุฒูู„ู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกูŽ ููŽู„ูŽุง ุฃูŽุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌู ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ุŒ ููŽุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : โ€ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู‚ูู„ู’ุชูู…ู’ ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง ุŒ ุฃูŽู…ูŽุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ูŽุฃูŽุฎู’ุดูŽุงูƒูู…ู’ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุชู’ู‚ูŽุงูƒูู…ู’ ู„ูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุตููˆู…ู ูˆูŽุฃููู’ุทูุฑู ุŒ ูˆูŽุฃูุตูŽู„ูู‘ูŠ ูˆูŽุฃูŽุฑู’ู‚ูุฏู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกูŽ ุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุบูุจูŽ ุนูŽู†ู’ ุณูู†ูŽู‘ุชููŠ ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูู‘ูŠ

โ€œAda tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi shallallahuโ€™alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahuโ€™alaihi wasallam. ูSetelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, โ€œIbadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?โ€ Salah seorang dari mereka berkata, โ€œSungguh, aku akan shalat malam selama-lamanyaโ€ (tanpa tidur). Kemudian yang lain berkata, โ€œKalau aku, sungguh aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbukaโ€. Dan yang lain lagi berkata, โ€œAku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanyaโ€. Kemudian datanglah Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya: โ€œKalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita.ย Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golongankuโ€ (HR. Bukhari no.5063) ๐ŸŒฟ

Dalam hadits di atas, ketiga orang tersebut berniat melakukan ‘ibadah yang menurut mereka hebat, puncak keislaaman, keren, diterima Allah, dsb.

Namun ini ditegur Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, dan dinyatakan bahwa mereka justru melakukan kebidโ€™ahan, karena ketiganya tidak pernah diajarkan oleh Nabi. Yakni, dalam hal ini, adalah berpuasa setahun penuh, shalat semalam suntuk setiap hari, dan berkeyakinan bahwa dengan tidak menikah selamanya itu bisa mendatangkan pahala dan keutamaan adalah keyakinan yang bidโ€™ah.

Oleh karena itu Nabi bersabda โ€œBarangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golongankuโ€œ.

Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang membicarakan dan mencela akan perkara, soal Bidโ€™ah ini, namun apa yang dinukilkan di atas kiranya, in syaa Allah, sudah cukup mewakili betapa bahaya dan betapa pentingnya kita untuk menilai kualitas ‘ibadah kita, dan agar sungguh berwaspada dari bidโ€™ah.

Berbahayanya Bid’ah ini adalah tertolaknya “‘ibadah” itu, sementara waktu manusia terbatas.

Berbahayanya Bid’ah bagi si Pembuat, Pencetus Tata Cara Bid’ah ini – adalah dengan sengaja dia membuat suatu cara ber’ibadah.

Padahal yang berhak menentukan tata cara ‘ibadah, hanyalah Allah.

Seakan dia menyamai keagungan Allah, kekuasaan Allah, keperkasaan Allah, kepengaturan Allah, kesombongan Allah, hak Allah. Padahal, siapa dia? Hanya makhluk.

Karenanya lebih baik ‘ibadah yang ikhlas dan benar kualitasnya walaupun sedikit, daripada ‘ibadah yang ikhlas, banyak, namun salah.

Terakhir, sungguh para ‘ulama seluruhnya, kaum Ahlus Sunnah, kaum Al Jama’ah, termasuk tentu juga dari 4 Madzhab Fiqh, yang mereka semuanya mengikuti (ittiba’) akan jalan yang lurus dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, telah menyatakan bahwa yang disebut sebagai Bid’ah itu hanyalah dalam perkara (ritual) ‘ibadah, sebagaimana juga diisyarahkan dalam struktur kata “‘ibadah” dan “bid’ah”.

Jadi jika tertemukan ada kaum yang mencoba mengaburkan ajaran Islaam, Tauhiid, Monoteisme sejak awal jaman yang terang-benderang ini, dengan mengatakan bahwa peringatan perkara peringatan akan Bid’ah adalah mengada-ada, karena ada Bid’ah Hasanah, Bid’ah Sayyi’ah, Bid’ah Makrukah, dsb., bahkan pernyataannya bahwa “kalau segala hal yang baru dianggap Bid’ah, maka Komputer, Internet, Sepeda Motor, Mobil, Kereta Api, Pesawat Terbang, Smartphone, makan menggunakan sendok-garpu, listrik, celana Jean’s, dsb., adalah Bid’ah”, maka sungguh:

Kaum ini karenanya – sayangnya pula – maaf, belum memahami mengenai cakupan dan batasan dari Bid’ah yang membinasakan dan diperingatkan berkali-kali oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam itu.

Atau boleh jadi, sayangnya pula, dia hanya membantahi tanpa ‘ilmu Hikmah (menurut Imam asy-Syafi’i, setiap kata “Hikmah” di Al Qur’aan adalah sama dengan “As Sunnah” dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) yang cukup, dan/atau juga kiranya karena hasad, kedengkian, kerendahan ‘adab, hawa nafsu, kepanikan, dipengaruhi lingkungannya, kurangnya usaha mendapatkan ‘ilmu syar’i, godaan keduniawian, taqlid (fanatik’ buta akan gurunya atau bahkan ashobiyyah (kebanggaan berlebihan akan) kelompok/organisasinya saja, dsb.

Semoga kita dapat dimasukkanNya menjadi 1 golongan yang dijamin Allah pasti ke Surga (langsung). Dan bukan dimasukkanNya, digolongkanNya, 72 golongan lain yang pasti ke Neraka (atau melalui Neraka dulu, wallahua’lam), na’uudzubillahi min dzaliik. Hadits mengenai adanya 73 golongan dalam Islaam yang semuanya merasa paling benar ini, namun hanya 1 yang selamat, sungguh mashyur.

Semoga kita sah digolongkanNya sebagai Ahlus Sunnah, (wal) Al Jama’ah, yang sejati, bukan hanya yang mengaku-ngaku sebagainya.

Sebagai Al Firqotun Najiyah (yang selamat dari perpecahan ummah).

Sebagai Al Ghurobaa’ (yang dianggap kebanyakan orang adalah aneh, asing, namun justru selamat dan benar di hadapan Allah).

Sebagai Ath Thoifatul Manshuroh (yang sedikit, bahkan terdesak, dizalimi, diperhinakan, namun dimenangkan Allah).

Sungguh, nama-nama “Ahlus Sunnah”, “Al Jama’ah”, “Al Firqotun Najiyah”, “Al Ghurobaa'”, “Ath Thoifatul Manshuroh”, ini ada di hadits-hadits. Sebutan lain bagi Muslim, Mu’miin, Muhsin, yang juga disebutkan di Al Qur’aan dan Al Hadits.

Jangan sampai kita merugi.

Aamiiin. Aamiiin. Aamiiin.

Allah sungguh telah berfirman:

๐ŸŒบ ูˆูŽุงูŽู†ู‘ูŽ ู‡ูฐุฐูŽุง ุตูุฑูŽุงุทููŠู’ ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู’ู…ู‹ุง ููŽุงุชู‘ูŽุจูุนููˆู’ู‡ู š ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชู‘ูŽุจูุนููˆู’ุง ุงู„ุณู‘ูุจูู„ูŽ ููŽุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ูŽ ุจููƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุณูŽุจููŠู’ู„ูู‡ู– ุ• ุฐูฐ ู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุตู‘ูฐูฎูƒูู…ู’ ุจูู‡ู– ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู’ู†ูŽ ๐ŸŒฟ

Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Beliau memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.

(QS. Al-An’aam: Ayat 153)

Alhamdulillaah. Wastaghfirullaah. Wa laa ilaa ha illallaah.

Oleh : Ustadz Abu Taqi Mayestinoย 

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com. Join us: WA Grup & Telegram Channel, Follow us: @Instagram

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here