Komandan Garda Revolusi Tewas di Irak, Iran Gelar Rapat Mendadak

299

Moslemtoday.com : Otoritas Iran menggelar rapat darurat setelah komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, Jenderal Qasem Soleimani, dipastikan tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) di Irak. Otoritas Iran menyebut Soleimani tewas dalam ‘serangan pembunuhan’.

Seperti dilansir AFP, Jumat (3/1/2020), Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran akan menggelar rapat keamanan mendadak untuk membahas serangan udara yang menewaskan Soleimani.

“Dalam beberapa jam, sebuah rapat luar biasa dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran akan digelar untuk meninjau kembali serangan pembunuhan terhadap kendaraan yang ditumpangi Jenderal Soleimani di Baghdad yang menyebabkan kematiannya secara syahid,” sebut juru bicara Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Keyvan Khosravi, seperti dikutip kantor berita ISNA.

Garda Revolusi Iran telah mengonfirmasi kematian Soleimani dalam serangan udara yang dilancarkan helikopter-helikopter militer AS di Bandara Internasional Baghdad, pada Jumat (3/1) pagi waktu setempat.

Serangan udara itu juga dilaporkan menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis yang menjabat wakil komandan Hashed al-Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) — milisi pro-Iran di Irak.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, dalam komentarnya menyebut serangan udara AS sebagai ‘terorisme internasional’. Zarif memperingatkan bahwa AS akan menanggung konsekuensi atas serangan tersebut.

“Aksi terorisme internasional dari AS, yang menargetkan dan menewaskan Jenderal Soleimani… merupakan eskalasi yang sangat berbahaya dan bodoh,” sebut Zarif dalam komentarnya via Twitter.

“AS akan menanggung seluruh konsekuensi dari adventurisme jahat yang dilakukannya,” tegasnya.

Secara terpisah, mantan Panglima Garda Revolusi Iran, Mohsen Rezai, menegaskan bahwa aksi balasan akan dilakukan terhadap AS. “Soleimani bergabung dengan saudara-saudaranya yang mati syahid, tapi kami akan melakukan pembalasan dendam yang mengerikan terhadap Amerika,” cetus Rezai yang kini menjabat Dewan Kebijaksanaan Iran.

Pemerintah AS dalam pernyataan via Pentagon atau Departemen Pertahanan mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan yang menewaskan Soleimani. Pentagon menyebut serangan itu sebagai ‘langkah defensif yang tegas untuk melindungi personel AS di luar negeri’.

“Jenderal Soleimani secara aktif mengembangkan rencana untuk menyerang diplomat-diplomat dan personel militer Amerika di Irak dan sekitarnya. Jenderal Soleimani dan Pasukan Quds yang dipimpinnya, bertanggung jawab atas kematian ratusan warga Amerika dan anggota koalisi dan melukai ribuan orang lainnya,” sebut Pentagon dalam pernyataannya.

Sumber : Detikcom

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here