Komisi Eropa akan permalukan Arab Saudi dengan memasukannya ke daftar hitam

550
Bendera Arab Saudi di depan konsulat Saudi Istanbul, Turki pada 6 November 2018 [Elif Öztürk / Anadolu Agency]

Moslemtoday.com : Komisi Eropa berencana memberi nama dan mempermalukan Arab Saudi dengan memasukkan kerajaan itu dalam daftar negara-negara yang gagal memerangi pencucian uang. Daftar, yang akan disetujui minggu depan, telah menyebabkan pertengkaran di dalam Uni Eropa dengan sejumlah negara  termasuk Inggris yang menentang keputusan tersebut dan mengambil sikap lebih keras terhadap keputusan untuk negara Teluk. Seperti dilansir dari MEMO, Jumat, (8/2/2019).

Daftar pertama dari Brussels, menuduh kerajaan “kurang strategis” dalam upayanya untuk memerangi arus kas ilegal. Di bawah undang-undang Uni Eropa, bank-bank Eropa harus melakukan pemeriksaan “yang disempurnakan” atas dana yang berasal dari negara-negara ini. Setelah disetujui, bank akan diminta untuk menghindari transaksi yang meragukan dan menyampaikan kekhawatiran kepada pihak berwenang.

Keputusan Brussels untuk memasukkan Riyadh telah menyebabkan pertengkaran antara komisi dan negara-negara anggota terbesar UE yang menentang sikap Eropa terhadap Arab Saudi. Dimasukkannya kerajaan ke dalam daftar hitam.

Pemerintah Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, Belgia dan Yunani, mengkritik rancangan daftar hitam pada pertemuan para duta besar Uni Eropa minggu ini, menurut para diplomat yang dikutip dalam Financial Times . Inggris mengatakan memiliki “keprihatinan serius” atas rencana komisi itu dengan ibukota-ibukota lain yang sepakat bahwa pemerintah memerlukan lebih banyak konsultasi sebelum negara-negara dimasukkan dalam daftar.

Para pejabat Uni Eropa menolak kritik seraya mengatakan: “Negara-negara anggota punya banyak waktu untuk menanggapi daftar tetapi hanya mengkritik saat sekarang karena Saudi.” Presiden Komisi, Jean-Claude Juncker, dan komisaris keadilan, Vera Jourova, akan terus maju dengan keputusannya memasukan Saudi kedalam daftar hitam itu diharapkan akan ditandatangani oleh dewan komisaris minggu depan.

“Daftar hitam sangat dibutuhkan. Negara-negara anggota tidak boleh membatalkannya, ”kata Sven Giegold, anggota MEP Hijau.

Pemerintah Uni Eropa dan anggota parlemen akan memiliki 30 hari untuk memberikan suara dan hasil kesepakatan persetujuannya, hal ini merupakan suatu hasil yang dikatakan sangat tidak mungkin.

Sumber : MEMO | Redaktur : Fairuz syaugi
Copyright © 1439 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here