Kronologi Wafatnya Sang Pejuang Dakwah, Al-Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda Saat Safari Dakwah

12698

Kabar duka datang dari Baganbatu Kepulauan Riau, seorang da’i di jalan Allah, Ustadz Abu Saad Muhammad Nurhuda meninggal dunia mendadak pada Senin (15/8/2016).

“Telah meninggal dunia Ustadz Abu Saad Muh. Nurhuda –rahimahullah-, berat rasanya menyampaikan ini, namun tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali hanya mendoakan,” tulis sebuah BC yang beredar viral di media sosial.

Relawan Peduli Muslim dan Radio Rodja ini menghembuskan nafas terakhir usai menyampaikan ceramah dalam rangka safari dakwah di Kepulauan Riau dan Sumatera Utara.

Barusan klarifikasi ke temen temen Riau, bahwasanya Ustadzuna Abu Sa’ad Rahimahullah ..

Hari Ahad Zuhur tiba di bandara Riau,langsung berangkat ke Duri ngisi kajian ba’da maghrib sampai pukul 10 malam,trus beliau lanjut berangkat ke Bagan Batu tiba jam 2 malam, jam 4 bangun Sholat Subuh, dilanjut kajian ba’da Subuh..

selesai mengisi kajian beliau istirahat di lantai 2 di rumah seorang ikhwah, jam 8.45 beliau bangun lanjut mandi,sempat terdengar beliau keluar dari kamar mandi membaca Ghufronaka,kemudian qodarullah sebab beliau kecapean dan kelelahan, keluar kamar mandi beliau limbung dan jatuh dari lantai dua (ada void depan kamar mandi yg menghubungkan lantai dua dengan lantai dasar).

Waktu beliau terjatuh masih dalam kondisi sadar namun mengalami pendarahan di kepala bagian belakang beliau,dalam keadaan tersebut Ustadz masih sempat membaca talqin Laa ila ha ilallah,kemudian oleh teman teman Riau beliau dibawa ke Rumah Sakit Umum Indah Bagan Batu.Qodarullah wa ma sya afa ‘ala beliau meninggal di rumah sakit.

Semoga Allah Tabaroka wa Ta’ala merahmati Ustadz kami,Guru kami,Ayah kami,Sahabat kami Ustadzuna Abu Sa’ad Rahimahullahu Ta’ala.

Allahummaghfirlahu warkhamhu wa ‘afihi wa’fu’anhu.

Panitia safari dakwah Ustadz Abu Saad, Khoiruddin, mengatakan bahwa alumni Universitas Darul Ulum Pakistan ini wafat usai mengisi pengajian subuh.

“Setelah shubuh beliau mengisi pengajian, kemudian diajak ke rumah salah seorang ikhwan, disana beliau terpeleset dari tangga, dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia,” ujar Khoiruddin kepada redaksi Fokus Islam via sambungan selluler, Senin (15/8/2016)

Rencananya, kata Khoiruddin, Ustadz Abu Saad akan mengisi pengajian di Rantauprapat Sumatera Utara pada Selasa paginya.

“Sudah kami jadwalkan beliau ngisi di Masjid Darussunnah Rantauprapat, acara setelah sholat maghrib,” ujarnya.

Materi yang disepakati pada pengajian tersebut adalah tentang harta dan kematian, anjuran agar umat Islam tak ragu menginfakkan hartanya di jalan Allah.

“Judulnya ‘Bawa Mati Hartamu’, hal itu dimaksudkan agar para jamaah tak ragu untuk menginfakkan hartanya, karena harta yang diinfakkan yang akan bisa jadi bekal saat kematian,” terangnya.

Pamflet pengajian bersama Ustadz Abu Saad di Rantauprapat
Pamflet pengajian bersama Ustadz Abu Saad di Rantauprapat

Perwakilan dari keluarga Ustadz Abu Saad, Hanif Muslim, dalam pesan yang diterima redaksi, jenazah Ustadz Abu Saad akan diterbangkan ke kampung halaman di Kampung Sawo, dekat Pondok Pesantren Jamilurrahman Yogyakarta.

“Karena factor birokrasi dan akomodasi maka jenazah kemungkinan sampai Jogja sekitar Selasa jam 13.00, Setelah itu, jenazah akan disholatkan di Masjid Jamilurrahman bada Ashar untuk kemudian di makamkan di pemakaman muslim,” terang Hanif.

Seperti diketahui, Ustadz Abu Saad dikenal sebagai da’i pemberani, yang kehidupannya ia lakukan untuk dakwah. Beliau juga dikenal sebagai relawan kemanusiaan yang terbiasa menyalurkan bantuan ke Suriah, Yaman dan Palestina.

Semoga Allah merahmati, mengampuni kesalahannya dan memasukannya kedalam surga. (ibn)

Jejak Perjalanan Ustadz Abu Sa’ad Mengirimkan Bantuan untuk Kaum Muslimin Suriah bersama “Peduli Muslim” Berhasil Menembus Suriah, dengan Sambutan Ledakan Mortar & Tembakan Sniper

Kemarin sore, merupakan kontak terakhir saya dengan Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, M.A hafizhahullah sebelum beliau memulai perjalanan menuju Suriah. Saat itu, beliau masih berada di Istambul, Turki untuk melakukan persiapan keberangkatan. Rencana awal, beliau akan berangkat bersama-sama dengan rekan dari Yaman, tetapiqadarullah rekan dari Yaman tersebut terdapat permasalahan dalam hal paspor sehingga tidak bisa ke Istambul.

Selain itu, terdapat berita duka pula bahwa salah seorang shahabat dari kota Aleppo, yang sudah siap membantu Peduli Muslim dalam menyalurkan bantuan, tertembak kepalanya ketika hendak membantu menarik rekannya yang duluan tertembak dan meninggal seketika. Di Aleppo, tidak hanya dipenuhi tentara Bashar, tetapi juga banyak pula tentaraHizbullahdari Libanon. Hizbullah membantu Bashar Al-Assad karena mereka sama-sama beraliranSyi’ah. Info terakhir yang saya peroleh, rekan kita yang tertembak tersebut masih hidup, namun kondisinya kritis. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, dan menjadikannya di antara mujahid di jalan Allah.

Dengan kondisi demikian, tugas Ustadz Abu Sa’ad menjadi sangatlah berat. Beliau juga membawa amanah dari pendengar Radio Rodja dengan jumlah yang cukup besar. Dengan seorang diri, beliau harus:

  • Menghubungi orang-orang yang siap membantu beliau
  • Menyiapkan bahan-bahan bantuan,
  • Mendistribusikan bahan-bahan bantuan tersebut,
  • Pendokumentasian kegiatan, sebagai laporan kepada kaum muslimin (khususnya pendengar Radio Rodja dan donatur Peduli Muslim)

Semua hal di atas harus beliau lakukan di tengah situasi keamanan yang sangat tidak kondusif. Namun, alhamdulillah kami mendengar kabar gembira di hari berikutnya…

Hari berikutnya ….

Ustadz Abu Sa’ad berangkat dari Istambul pada pukul 03.00 dini hari berikutnya menuju bandara Sabiha (perjalanan tempuh +/- 45 menit). Setelah itu, dilanjutan perjalanan udara sekitar 1,5 jam menuju kota Hatay, dekat perbatasan Turki – Suriah. Setelah itu, dilanjutkan menuju Kamp Pengungsian Al-Karamah di kota Atema – Suriah, dan membagikan logistik di kamp tersebut.

Setelah pembagian logistik di Atema usai, dilanjutkan perjalanan menuju kota Aleppo. Begitu sampai di Aleppo, Tim Peduli Muslim langsung disambut dengan ledakan mortar dan tembakan-tembakan sniper tentara rezim Syiah Bashar Al-Assad. Bahkan, mobil yang ada di depan tempat pemberhentian tim pun tidak luput dari tembakan mereka.Wallahu Musta’an

Kami memohon kepada Allah ta’ala agar menjaga dan melindungi guru kami, Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, M.A, dan menjadikan tugas beliau di Suriah ini sebagai amalan yang ikhlas karena-Nya.

—–

Wahai kaum muslimin….

Tidak tahukah Anda? Seorang remaja putri di Suriah sampai mengatakan,

إن كنتم عجزتم عن نصرتنا فأرسلوا لنا حبوب منع الحمل فقد عاثوا فينا فسادا
” Jika kalian tidak mampu menolong kami, kirimkan kepada kami pil anti hamil karena mereka (rezim Syi’ah) telah berbuat kerusakan pada diri kami…!”

Allahu musta’an…

Di manakah kepedulian kaum muslimin di saat anak-anak Suriah kehilangan orang tuanya?

Di manakah kepedulian kaum muslimin di saat para wanita Suriah kehilangan suami mereka?

Di manakah kepedulian kaum muslimin di saat desingan peluru menjadi kehidupan saudara-saudara kita di Suriah?

Di manakah kepedulian kaum muslimin di saat para wanita Suriah dinodai kehormatannya?

Ya Allah… tolonglah saudara-saudara kami di Suriah dari kejahatan kaum Syi’ah Bashar Al-Assad dan sekutunya ….

Bantuan kemanusiaan dari pendengar Radio Rodja

Bantuan kemanusiaan dari pendengar Radio Rodja

13912451_1681823425472625_7081049568682818031_n13920885_1681823568805944_8503982785948228022_n13938621_1681823405472627_445936236453950167_n

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here