Kuat Ma’ruf Melawan, Laporkan Hakim Wahyu Iman Santoso ke Komisi Yudisial Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

189

Moslemtoday.com : Pihak pengacara Kuat Ma’ruf mengungkap dalih kliennya melaporkan hakim Wahyu Iman Santoso ke Komisi Yudisial (KY). Wahyu dilaporkan karena diduga melanggar etik dalam menyidangkan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kuat Ma’ruf merupakan salah satu terdakwa dalam kasus itu. Terdakwa lainnya, yakni Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ricky Rizal, Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi.

“Terkait kode etik. Pernyataan-pernyataan dia (Wahyu) pada saat sidang,” ujar pengacara Kuat Ma’ruf, Irwan Irawan kepada wartawan, Kamis (8/12/2022).

Irwan menilai Wahyu menyampaikan sejumlah pernyataan yang memojokkan kliennya. Hal itu terjadi ketika persidangan dengan agenda pemeriksaan para saksi.

“Banyak kalimat-kalimat yang sangat tendensius kami lihat. Bahwa klien kami berbohong lah. Kemudian ada beberapa ketika saksi diperiksa bahwa ini sudah setting-an dan sebagainya,” tutur Irwan.

Selain itu, Irwan juga menekankan bahwa hakim dilarang menyampaikan substansi yang bersifat menyimpulkan dalam tahap pemeriksaan saksi. Wahyu dipandang sudah melanggar Pasal 158 KUHAP.

“Kesimpulan-kesimpulan seperti itu yang menurut kami tidak pada tempatnya disampaikan majelis dalam pemeriksaan saksi,” kata Irwan.

Laporan disampaikan pada Rabu (7/12/2022). Hanya hakim Wahyu yang dilaporkan Kuat ke KY. Laporan ini telah dibenarkan oleh Juru Bicara KY Miko Ginting. KY akan memverifikasi terlebih dahulu laporan dimaksud. Hal itu untuk menentukan layak atau tidaknya laporan ditindaklanjuti.

“Yang pasti, Komisi Yudisial akan memeriksa laporan ini secara objektif,” tutur Miko.

Diketahui, majelis hakim yang menyidangkan perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J adalah Wahyu Iman Santoso selaku ketua. Hakim anggota, yakni Morgan Simanjuntak dan Alimin Ribut Sujono.

Kuat Ma’ruf, Richard Eliezer, dan Ricky Rizal didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Sumber : Beritasatu.com

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here