Kuwait Usir Dubes Iran Beserta 15 Orang Diplomat dan Beri Waktu 45 Hari untuk Meninggalkan Negaranya

3911

Moslemtoday.com : Kuwait mengusir Dubes beserta 15 diplomat Iran dan menghentikan beberapa misi diplomatik di antara kedua negara. Pengusiran ini dilakukan setelah putusan pengadilan Kuwait mengkonfirmasi bahwa Iran berada di balik sel teror yang diadili di negara itu.

Mahkamah Agung Kuwait, bulan lalu, memvonis bersalah 21 terdakwa yang tergabung dalam sel teror yang dinyatakan dibentuk dan dilatih oleh pasukan elite Iran, Garda Revolusioner. Sel itu disebut merencanakan serangan teror di Kuwait.

Kuwait telah memerintahkan duta besar Iran untuk meninggalkan negara tersebut dalam waktu 45 hari. Hal itu terjadi di tengah ketegangan diplomatik antara kedua negara.

“Di bawah tekanan kebijakan Saudi, dan tuduhan campur tangan Iran yang tidak berdasar Kuwait telah mengumumkan bahwa Alireza Enayati, duta besar Iran untuk Kuwait, harus pergi dalam waktu 45 hari,” tulis ISNA seperti dilansir dari Russia Today, Jumat (21/7/2017).

Sebelumnya, Kuwait memerintahkan Iran untuk mengurangi staf kedutaannya dan menutup kantor teknis. Televisi pemerintah Iran mengatakan Menteri Luar Negeri Kuwait memanggil duta besar Iran tersebut dan memerintahkan agar jumlah diplomat dipotong dari 19 menjadi empat, dan untuk misi budaya serta militer ditutup.

Menteri Kuwait untuk urusan kabinet, Sheikh Mohammad Abdullah Al-Sabah, yang juga bertindak sebagai menteri informasi, mengkonfirmasi sebelumnya bahwa Kuwait telah mengambil tindakan diplomatik terhadap Iran.

Kuwait juga memutuskan untuk membekukan kegiatan yang melibatkan komite gabungan kedua negara, sebuah sumber Kementerian Luar Negeri yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada KUNA.

Ketegangan antara kedua negara terjadi setelah Kuwait menghukum 23 pria, satu orang Iran dan sisanya Kuwait, yang menjadi memata-mata Iran dan Hizbullah tahun lalu, setelah sejumlah senjata dan bahan peledak ditemukan di sebuah sel ‘Abdali’ pada tahun 2015. Mereka yang dihukum terbukti memiliki kontak diam-diam dengan Iran dan Hizbullah, dan mereka terbukti merencanakan serangan teror di Kuwait. (DH/MTD)

Sumber : RT | Al Jazeera

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here