Larangan Bercadar di Kampus Pengkebirian Terhadap Hak Dasar

942

Moslemtoday.com : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, anggota Komisi IV, Iswandi Muchtar, menyorot isu nasional terkait larangan bercadar bagi mahasiswi yang diterapkan di kampus. Menurutnya, jika ini juga diterapkan di Kota Padang, umumnya di Sumatera Barat (Sumbar), sama saja dengan Kota ini kehilangan dasarAdat Basandi Syara’-Syara’ Basandi Kitabullah-nya (ABS-SBK), dengan kata lain tidak menghargai nilai keagamaan yang dianut seorang muslimah.

“Ini namanya pengkebirian hak dasar seseorang,” tegas anggota Fraksi Perjuangan Bangsa DPRD Kota Padang ini pada Metrans, Selasa (06/03).

Dia menyatakan, jangan sampai hal serupa terjadi di Kota Padang, yang jelas-jelas menjunjung ABS-SBK.

“DIKTI saja tidak melarang. Pancasila dan UUD 1945 justeru menjamin dan memberikan kebebasan untuk beribadah,” Iswandi menekankan.

Menurut dia, tidak ada salah dan janggal seorang mahasiswi atau kaum perempuan mengenakan cadar karena hal tersebut merupakan hak individu yang bersangkutan. Jika pihak kampus menyatakan mengkhawatirkan terjadinya penyimpangan agama terhadap pengguna cadar, Iswandi merasa sangat heran akan hal tersebut.

“Apanya yang dikhawatirkanmenyimpang? Ini aneh! Ini tuduhan atau suatu kekhawatiran yang sangat tidak beralasan,” ujarnya.

Iswandi juga menekankan, jika sampai ada kampus di Kota Padang yang tidak mau meladeni urusan akademik mahasiswi bercadar, sama saja kampus tersebut menindas hak asasi mahasiswi yang bersangkutan.

Dari pihak lain, senada dengan anggota Dewan, Ketua Forum Jurnalis Perempuan Sumbar, Nita Indrawati, juga menyatakan keheranan dengan adanya sikap kampus yang melarang mahasiswinya bercadar.

“Menurut Saya, perguruan tinggi ini perlu dipertanyakan. Apalagi perguruan tinggi islam. Kok berpikiran sempit sampai tidak memperbolehkan mahasiswinya bercadar. Seharusnya mereka mendukung,” kata jurnalis yang juga pemimpin redaksi sebuah media massa ini.

Tak ketinggalan, sastrawan nasional penulis novel Rinai Kabut Singgalang, M Subhan, juga menyampaikan pendapatnya terkait hal ini.

“Bisa jadi kampus bertujuan untuk penyeragaman identitas berpakaian. Namun demikian, pihak kampus setidaknya memberi keringanan jika ada mahasiswi yang ingin atau telah bercadar. Hak kemerdekaan berpendapat dan berkeyakinan harus dijunjung di perguruan tinggi tersebut agar ada ranah edukasi untuk generasi muda,” tutur Subhan. (YYN)

Sumber : Metroandalas.co.id

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here