Liga Arab Memperingatkan Donald Trump Soal Status Kota Jerusalem

910

Moslemtoday.com : Liga Arab mengatakan bahwa sebuah keputusan oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Kota Jerusalem sebagai ibukota Israel akan meningkatkan konflik dan kekerasan, dan tidak akan membantu proses perdamaian Israel-Palestina.

Menantu Trump dan utusan perdamaian Timur Tengah Jared Kushner mengatakan kepada Forum Israel bahwa presiden AS mendekati sebuah keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Sangat disayangkan beberapa orang bersikeras melakukan langkah ini tanpa memperhatikan bahaya yang ditimbulkannya terhadap stabilitas Timur Tengah dan seluruh dunia,” ungkap Ahmed Aboul Gheit, kepala Liga Arab, kepada wartawan di Kairo, seperti dilansir dari Al Arabiya, Senin, (4/12/17).

Aboul Gheit mengatakan bahwa Liga Arab sangat dekat dengan isu tersebut dan berhubungan dengan pihak berwenang Palestina dan negara-negara Arab untuk mengkoordinasikan posisi Arab jika Trump mengambil langkah tersebut.

Para pemimpin Palestina melobi dengan gigih melawan langkah Trump tersebut, karena khawatir hal itu dapat memicu kemarahan di dunia Arab.

“Tidak ada yang membenarkan tindakan ini … tidak akan menghasilkan ketenangan atau stabilitas, melainkan akan menambah konflik dan kekerasan,” kata Aboul Gheit.
Langkah tersebut hanya akan hanya menguntungkan satu pihak, yakni Israel,” jelasnya.

Israel menduduki Jerusalem timur dan Tepi Barat pada tahun 1967. Kemudian mengklaim Jerusalem timur dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. Orang-orang Palestina melihat Jerusalem sebagai ibu kota negara masa depan mereka. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here