Media Israel Sebut Yahya Staquf Serukan Kasih Sayang Antara Muslim dan Yahudi

819

Moslemtoday.com : Media Israel, The Times of Israel menyebut Katib Aam PBNU, Yahya Cholil Staquf menyerukan kasih sayang antara Yahudi dan Muslim yang akan dapat membantu negara Yahudi membangun hubungan dengan negara-negara Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Media Israel tersebut menekankan fungsi Staquf sebagai seorang ulama dan pejabat pemerintah.

“Saya ingin memanggil dunia, seluruh dunia untuk memilih masa depan yang lebih baik. Mari kita memilih rahmah, yang berarti kasih sayang dan kepedulian terhadap orang lain,” ungkap Yahya Cholil Staquf, seperti dikutip dari The Times Of Israel, Rabu, (13/6/2018).

“Rahmah adalah fondasi dari apa pun yang dapat kita harapkan untuk menemukan solusi untuk semua konflik di dunia kita saat ini. Rahmah tidak membutuhkan prasyarat,” tambah Staquf.

Ketika ditanya apakah sebagai bagian dari misi itu, dia tertarik untuk mempromosikan hubungan politik antara Israel dengan Indonesia? Yahya Cholil Staquf yang juga merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menjawab: “Ya, tentu saja. Lihat, kita berada di tengah masalah rumit yang perlu ditangani secara komprehensif dan global.”

Setiap proses yang bertujuan untuk normalisasi penuh antara Indonesia dan Israel perlu mengatasi “konteks global,” Staquf menekankan. “Kami harus bekerja sama, sebenarnya, untuk benar-benar menemukan jalan menuju solusi global,” ujar Staquf.

Staquf mengatakan ia telah mengidentifikasi bagian-bagian Islam yang dianggapnya bermasalah, termasuk bagaimana umat Islam berinteraksi dengan non-Muslim. Dia mengatakan perlu ada “wacana baru” untuk mengakui bahwa Muslim dan non-Muslim adalah sama dan harus mampu hidup berdampingan secara damai.

“Unsur-unsur ini bermasalah karena mereka tidak kompatibel lagi dengan realitas peradaban kita saat ini,” tambah Staquf.

Dalam sebuah surat kepada menteri luar negeri Indonesia yang dipublikasikan secara online, Staquf mengatakan bahwa pemerintah dapat “menolak” tindakannya jika dianggap membahayakan kepentingan negara. “Tapi jika ada ‘manfaat’, mari kita mengikutinya menjadi keuntungan nyata.” (DH/MTD)

Sumber : The Times Of Israel | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com  

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here