Membantah Pernyataan Bahwa Universitas Islam Madinah (UIM) Dibangun di Atas Lintas Manhaj

3203

📝 Membantah Statmen bahwa Jamiah Islamiyah dibangun di atas Lintas Manhaj

Awal-awal berdiri Jamiah Islamiyah (Universitas Islam Madinah) bahkan di banyak lembaga pendidikan Saudi Arabia ketika itu bahwa andil tokoh-tokloh ikhwanul muslimin sangat besar, tidak bisa dipungkiri.

Karena Saudi belum banyak ulama saat itu, ditambah lagi pengalaman akademisi yg kurang, Sehingga dibawalah para tokoh, dosen, pengajar dll dari berbagai Negara yang kompeten di Bidangnya, Mesir, Tunisia, Lebanon, dll

Yang pastinya mereka banyak membawa paham ikhwanul muslimin.

Dampaknya bisa di lihat, pengaruh besar nya pemikiran ikhwani di Saudi Arabia saat era 70-80 an, Hingga akhirnya Saudi Arabia berbenah, dan sudah mulai memiliki banyak ulama. Sehigga ta’lim dan dunia pendidikan Saudi Arabia, semua diatur ber-asaskan manhaj salaf. Walhamdulillah. Dan pemahaman ikhwanul muslimin resmi dilarang di Saudi Arabia karena sangat berbahaya.

Bahkan Jamiah islamiyah sudah jelas melarang paham ikhwanul muslimin dengan diadakannya muktamar resmi tentang bahayanya pemikiran ikhwanul muslimin, yang dihadiri oleh mudir, bahkan Amir Madinah.

Kalau statmen bahwa Jamiah Islamiyah ini adalah jamiah lintas manhaj maka jelas tidak benar, karena dari awal berdiri nya Jamiah Islamiyah ini sudah memakai asas manhaj salaf yang di ketua oleh para ulama salafi ketika itu. Seperti Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh, setelah itu Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahumallah Ta’ala Ta’ala (kedua nama tersebut di abadikan sebagai nama 2 masjid di dalam kampus Jamiah Islamiyah)

Tanda tangan para tokoh non salafi disana bukan sebagai pengakuan Jamiah Islamiyah akan shahih nya manhaj mereka, Tapi pengakuan mereka terhadap Jamiah Islamiyah. Kita ucapkan jazahumullahu Khoiron kepada mereka sudah mengakui berdirinya Jamaiah Islamiyah, Semoga menjadi amal sholih mereka.

Syaikh Dr. Muhammad Nashir Al-Abudy menjelaskan ketika ditanya tentang nama nama dewan musytasyar itu:
Mereka yang dari luar Saudi Arabia itu diundang (dan mereka saat itu orang-orang terkenal) untuk diminta pendapat tentang aturan Jamiah, asas, pelajaran dll Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh (Mufti Saudi Arabia ketika itu).
Dan jabatan sebagai dewan itu hanya 2-3 tahun saja, setelah itu tidak lagi. Kecuali yang sudah di pilih untuk menjadi dosen tetap, seperti Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqity dll

Mereka hanya diberitahukan tentang aturan-aturan Jamiah, istilahnya dimintai pendapat nya, lalu mereka tinggal menyetujui atau tidak. Dan yang menjadi pembuat kurikulum sudah jelas, masyayikh yang bermanhaj salaf ketika itu Rahimahullah Ta’ala.

Landasan Jamiah Islamiyah bisa dicek di website resminya (tidak akan kita temui slogan : Kita berdiri diatas semua golongan) yang ada adalah Mengikuti Al-Quran dan Sunnah menurut Pemahaman Salafus Shalih, termasuk juga kalam Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah Ta’ala yang kita baca berkali kali dalam kitab Al-Ittiba li as-Salaf ash-Shalih I’tiqodan wa Manhajan wa Fiqhan, hal 30
و نوصيك بالاتحاق بالجامعة الإسلامية بالمدينه المنوره فهي جامعة سلفية تعلم طلابها عقيدة أهل السنة والجماعة
“Kami wasiatkan untuk melanjutkan pendidikan di Jamiah Islamiyah Madinah Munawwaroh, karena jamiah Islamiyah adalah Universitas Salafiyah yang mengajarkan murid-muridnya Aqidat Ahlussunnah wal Jamaah”

Kalau antum lihat, meskipun para dosen, pengajar dan civitas Jamiah yg non salafi

Bukan berarti mereka boleh bebas mengajar apapun disini, Jamiah punya kurikulum yang berdasarkan manhaj salaf yang sudah jelas. Jadi bukan Jamiah yang ikut mereka, tapi mereka yang ikut aturan jamiah.
Dan tenaga pengajar non salafi hanya boleh mengajar ilmu-ilmu alat saja, seperti balaghoh, nahwu, tarikh, dll

Sekali lagi, Kalau dibilang jamiah adalah lintas manhaj, maka sudah pasti kurikulum nya tidak seperti sekarang.

Membuat Statmen itu harus dilandasi dengan bukti, bukan hanya tafsiran sendiri menurut hawa nafsu. Jangan sebarkan talbis bahwa Jamiah Islamiyah adalah jamiah Lintas Manhaj. Waliyadzubillah

Wallahu A’lam

Semoga mencerahkan

~ Obrolan ringan bersama asatidz dirosat Univ. Islam Madinah di Grup Takhusus Aqidah dan Firoq~

~ Di rangkum oleh Al-Faqir Abu Yusuf ~

Sumber : FB Abu Yusuf Akhmad Ja’far

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here