Membantu Pengungsi Rohingya adalah Kewajiban Setiap Muslim

406

Moslemtoday.com : Kepala urusan agama Turki Ali Erbas mengatakan bahwa membantu pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan negara Myanmar ke Bangladesh adalah kewajiban dan tugas setiap Muslim.

Ali Erbas mengatakan bahwa pengungsi tersebut tinggal dalam kondisi memprihatinkan. “Sekitar 15-20 orang, rata-rata berusia 50, telah tinggal di dalam satu tenda. Kita perlu menyediakan tempat penampungan yang layak bagi mereka,” ungkap Erbas di kamp pengungsi Kutupalong di tenggara Bangladesh, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, (21/12/17).

Erbas mengunjungi kamp tersebut bersama Perdana Menteri Turki Binali Yildirm pada hari Rabu dan mengamati situasi para pengungsi di dalam kamp dekat kota Cox’s Bazar di pesisir. “Mereka adalah saudara kita. Kita harus melindungi mereka,” ungkapnya.

Lembaga bantuan Turki telah memberikan bantuan kemanusiaan di kamp-kamp tersebut. Mereka diantaranya : Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA), Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay), Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) dan Diyanet Foundation.

Diyanet, yang dipimpin oleh Erbas, telah mendistribusikan 11.258 paket makanan, 12.750 bungkus pakaian musim dingin dan 4.000 paket pakaian reguler di antara para pengungsi. Sebuah masjid di kamp juga akan dibangun.

Erbas mengatakan bahwa mereka akan terus mendukung para pengungsi sampai mereka bisa kembali ke rumah mereka dengan aman di Myanmar.

Muslim Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan tersebut sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012 di negara bagian Rakhine, Myanmar.

650.000 pengungsi, kebanyakan anak-anak dan perempuan, melarikan diri dari Bangladesh sejak 25 Agustus 2017 ketika pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas, menurut PBB.

Sedikitnya 9.000 Rohingya tewas di negara bagian tersebut dari 25 Agustus hingga 24 September, menurut Doctors Without Borders.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada 12 Desember, organisasi kemanusiaan global mengatakan bahwa kematian 71,7 persen atau 6.700 Rohingya disebabkan oleh kekerasan. Mereka termasuk 730 anak di bawah usia 5 tahun.

PBB telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan pemusnahan masssal yang dilakukan oleh petugas keamanan. Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan (genosida). (DH/MTD)

Sumber : Anadolu Agency
Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here