Menag Lukman : Alhamdulillah, Prosesi Ibadah Haji Sampai Hari ini Berjalan Lancar

990

Moslemtoday.com : Puncak haji, wukuf di Arafah sudah berlangsung pada 11 September lalu. Selepas Magrib di hari Arafah, jemaah diberangkatkan ke Muzdalifah untuk mabit (menginap) dan mengambil batu kerikil guna melontar jumrah di Jamarat. Kini, jemaah haji dunia, termasuk Indonesia, sedang menjalani Mabit di Mina.

“Alhamdulillah proses haji sampai hari ini termasuk lancar. Ini hari pertama jemaah haji Indonesia menuju jamarat untuk melontar Jumrah Aqabah dan sejauh yang saya lihat nampaknya ini lancar karena arusnya berjalan sebagaimana kondisi normal,” demikian penjelasan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam perjalanan menuju tenda misi haji di Mina usai melakukan lontar Jumrah Aqabah, Senin (12/09) petang.

“Kita berharap hari kedua dan ketiga juga seperti ini sehingga seluruh proses lontar jumrah selama jemaah berada di Mina ini berlangsung sebagaimana harapan,” tambahnya.

Pantauan tim Media Center Haji (MCH) Kementerian Agama, perjalanan jemaah haji dari tenda menuju ke Jamarat dan juga kepulangannya relatif tertib dan lengang. Tidak tampak titik-titik kepadatan jemaah kecuali di areal jemarat menjelang tengah malam karena sejumlah jemaah dari berbagai negara sudah mulai menggelar sajadah dan tikar untuk beristirahat dan menginap di sana.

Disinggung mengenai evaluasi Arafah dan Muzdalifah, Menag bersyukur karena prosesnya berjalan lancara. “Ada sedikit kendala di Arafah tapi sesaat. Misal, ada sejumlah tenda yang padam lampu hanya beberapa saat dan bisa langsung diatasi kembali. Tapi secara keseluruhan Alhamdulillah selama jamaah mengadakan wukuf di arafah itu berlangsung dengan lancar,” ujarnya.

“Termasuk juga perjalanan dari Arafah menuju Muzdalifah, alhamdulillah laporan yang saya terima semua berjalan sebagaimana harapan. Ada ketersendatan tapi itu sesuatu yang sangat bisa ditolerir karena memang kondisi kemacetan lalu lintas, lalu menimbulkan beberapa jam jamaah harus berada di kendaran. Tapi ini sesuatu yang normal yang bisa ditolerir,” tandasnya.

Sumber : Kemenag.go.id

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here