Menag Minta Santri Jangan Diistimewakan, Harus Berusaha dan Berdaya

42

Hari Santri yang ditetapkan Pemerintah pada tahun 2015 adalah penghargaan atas perjuangan para santri pendahulu dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Sebab, Hari Santri tidak terlepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadratus-syekh KH Hasyim Asy’ari agar para kiai dan santri ikut berjuang dalam memerdekakan negeri.

Ini harus diingat bersama, terutama oleh para santri, bahwa Hari Santri itu penghargaan dari negara kepada santri-santri pendahulu kita yang ikut berjuang memerdekaan NKRI. Kita sekarang mendapat bagian menikmati atas perjuangan para santri terdahulu. Karenanya, jangan enak-enakan, apalagi minta diistimewakan, itu tidak bisa. Kita semua, para santri harus berusaha dan berdaya.

Santri selama ini memang dikenal bisa menjadi apa saja. Santri bisa menjadi pengusaha, menteri, bahkan presiden. Sudah banyak contohnya, ada santri yang menjadi Presiden, yaitu KH Abdurrahman Wahid. Ada santri yang menjadi wakil presiden, yaitu KH Ma’ruf Amin. Bahkan, banyak santri yang menjadi menteri, polisi, TNI, pengusaha, dan profesi lainnya.

Untuk itu, para santri yang saat ini masih di pesantren, harus tetap dan terus tekun belajar dan mengaji. Santri juga harus selalu siap sedia menjaga bangsa dan negara, seperti dicontohkan pendahulunya. Siapa pun yang akan mengganggu kemerdekaan negeri yang dimerdekaan para kyai dan santri, para santri wajib berada pada garda terdepan untuk melawannya. 

Selamat merayakan Hari Santri. Jadikan peringatan Hari Santri ini pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan kita masih panjang. Negeri ini membutuhkan para santri.

Sumber : Kemenag.go.id

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here