Menengok Koleksi Perpustakaan Abdullah Ibn Abbas di Thaif

1448
Akses lebih mudah… Download Web Apps Moslemtoday.com via Google Play Store: Klik: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.moslemtoday.moslemtoday

Moslemtoday.com : Selain Makkah dan Madinah, salah satu kota bersejarah dalam perjuangan dakwah Rasulullah Saw. adalah Thaif. Banyak peristiwa yang terekam di wilayah dengan ketinggian mencapai 1600 di atas permukaan laut ini, mulai dari hijrah Nabi hingga pertempuran pasca perang Hunain.

Wajar jika di kota ini juga terdapat beberapa peninggalan sejarah, antara lain: Masjid Addas dan Masjid Ku’ (ku’un) yang dalam riwayatnya terkait dengan peristiwa Hijrah Nabi ke Thaif. Peninggalan sejarah lainnya adalah Masjid Jami’ Abdullah ibn Abbas. Sesuai namanya, di kompleks masjid ini dikisahkan terdapat makam Abdullah Ibn Abbas.

(Masjid Abdullah Ibnu Abbas/foto: danyl)

Bersebelahan dengan Masjid ini, persisnya pada sisi bagian timur, terdapat sebuah perpustakaan yang juga diberi nama Abdullah ibn Abbas. Sosok yang biasa disebut juga dengan Ibu Abbas ini adalah salah satu sepupu sekaligus sahabat Rasulullah SAW. Dia dikenal memiliki pengetahuan luas. Banyak hadis sahih yang diriwayatkan melalui dirinya. Ia jugalah yang menurunkan seluruh khalifah dari Bani Abbasiyah.

Dalam sebuah catatan yang ditempel pada dinding bagian luar perpustakaan, terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah menggendong Ibu Abbas kecil, dan mendoakan agar dia diberi keluasan ilmu dan hikmah (Allahumma ‘allimhu al-hikmata).

Catatan itu juga menjelaskan bahwa Perpustakaan Ibn Abbas dibangun pada tahun 1291H oleh penguasa Hijaz Muhammad Rasyid Pasa asy-Syarwani. Dikisahkan bahwa sebelum ada perpustakaan, mewakafkan kitab ke masjid bagi para pencari ilmu menjadi sebuah tradisi pada kurun abad tujuh hingga sepuluh hijriyah.  Bahkan, pada tahun 1217H, jumlah kitab yang diwakafkan ke masjid hampir mencapai sepuluh ribu, termasuk sekitar tiga puluh naskah Kibab Shahih Bukhari.

Pada tahun 1346H, perpustakaan ini dilebur dengan Perpustakaan Haram Al-Makky. Saat itu, banyak sekali koleksi manuskrip yang langka. Baru pada tahun 1384H, tepatnya pada masa Raja Faishal bin Abdul Aziz, Syekh Hasan Arab membuka kembali perpustakaan ini hingga sekarang.

Kamis (14/09), Tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah berkesempatan melakukan ziarah ke Masjid dan Perpustakaan Abdullah Ibn Abbas. Kunjungan rombongan para jurnalis ini dipimpin oleh Staf Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi Hadi Rahman serta Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Mastuki. Ikut juga dalam rombongan ini Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Aswadi.

Perpustakaan Ibnu Abbas mempunyai luas sekitar 100 meter persegi. Perpustakaan ini menyimpan beragam koleksi, mulai dari prasasti hingga ribuan kitab, klasik dan kontemporer.  Di antara koleksi prasastinya berupa tulisan arab yang belum menggunakan titik dan tanda baca (harakat). Ada juga tulisan yang sudah lengkap dengan titik dan tanda baca.

(Koleksi prasasti dalam kotak kaca di Perpustakaan Abdullah ibn Abbas/foto: danyl)

Koleksi prasasti yang ada di perpustakaan ini disimpan dalam sebuah kotak kaca sehingga hanya bisa dilihat dan tidak bisa disentuh. Umumnya, adalah batu nisan yang menjelaskan keterangan wafat seseorang. Salah satunya adalah Walid Bin Muflih bin Yazid yang wafat pada Ahad, 7 Jumadil Ula 550H.

Selain prasasti, terdapat koleksi Al Quran dan beberapa kitab lama yang juga disimpan dalam kotak kaca. Tidak banyak catatan atau keterangan yang bisa diperoleh tentang ini. Salah satu penjaga perpustakaan Abdul Salam juga tidak bisa memberikan keterangan rinci seputar koleksi ini.

(Koleksi kitab tua di Perpustakaan Abdullah Ibn Abbas/foto: danyl)

Salah satu koleksinya berupa Al Quran. Tampak dari halaman yang terbuka, terdapat catatan bahwa itu merupakan wakaf dari Syekh Muhammad bin Said bin Husain pada tahun 1264H. Pada Al Quran lainnya terdapat keterangan diwakafkan pada 1284H.

Koleksi lainnya barupa ribuan kitab yang tersusun rapih berdasarkan bidang kajiannya, mulai dari Tafsir dan Ilmu Tafsir, Hadits dan Ilmu Hadits, Adab, Bahasa Arab, Nahwa dan Sharaf, Bahasa Inggris, Sirah Nabawiyah, Ekonomi dan Politik, serta pengetahuan umum seperti filsafat.

Sumber : Kemenag.go.id

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here