Mengapa Harga Hotel di Makkah dan Madinah untuk Umroh Naik?

160

Moslemtoday.com : Saat ini tempat-tempat penginapan (hotel) di Makkah dan Madinah susah didapatkan dan jika pun ada mahal harganya. Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Farid Aljawi mengatakan, kondisi ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah penyelenggaraan ibadah umroh.

“Pertama kali dalam sejarah hotel bisa penuh di semua taraf dan susah didapat disemua taraf,” kata Farid saat menyampaikan kondisi terkini di Arab Saudi terkait hotel yang susah didapat dan harganya sangat mahal, seperti dikutip dari Ihram.co.id, Senin, 2 Januari 2023.

Kondisi ini dikeluhkan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah (PPIU) dan jamaah seluruh dunia. Karena meski sudah pesan sejak jauh-jauh hari penginapan untuk jamaah belum tentu bisa didapatkan. “Susah didapat mulai bintang terendah sampai bintang lima, pengakuan hotel semua full booked,” katanya.

Farid memastikan yang request hotel di bulan November belum tentu bisa mendapatkan hotel di bulan Desember. Semua hotel naik sampai 300 persen untuk mengejar berpotensi high season extreme yang dapat berlanjut sampai bulan Januari. “Kenaikan harga yang melambung hingga 300 persen,” katanya.

Menurut Farid berdasarkan analisanya, ada empat penyebab kenapa hotel di Makkah dan Madinah menjadi mahal dan sudah didapatkan :

Pertama, karena ditutupnya umroh haji selama pandemi yang terjadi selama dua tahun sehingga minat jemaah semakin membludak.

Kedua, kegembiraan pesta tahunan piala dunia tahun 2022 lalu di Qatar, membuat kedatangan umroh meningkat dan

Ketiga, kuota group untuk hotel berkurang menjadi tinggal 70 persen.

Keempat, terkait karena tidak adanya kontrak antara Pemerintah Arab Saudi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dalam sewa menyewa hotel.

“Tidak ada kontrak. Bukan Saudi yang melanggar kontrak,” ungkap Farid.

Meski demikian, Farid menambahkan ada empat solusi yang ditempuh penyelenggara dan jamaah.

Pertama melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan cara baik baik dengan jamaah. “Alhamdulillah kebanyakan jamaah memahami kondisi yang ada,” ungkap Farid.

Kedua, penambahan biaya sesuai yang disetujui jamaah.

Ketiga, perubahan hotel baik setaraf atau downgrade karena kebanyakan hotel full booked.

Keempat, perubahan jadwal misalnya yang semestinya ke Makkah ke Madinah dulu dan sebaliknya. Bahkan ada yang sebelum ke Madinah ke Thaif dulu menginap.

“Semoga semua penyelenggara dan jamaah diberi kemudahan dan kelancaran dalam melaksakan ibadah umroh,” ujar Farid, Sekjen Amphuri.

Sumber : Ihram.co.id | Editor : Hermanto Deli

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here