Mengenal Min Aung Hlaing, Panglima Tertinggi Militer Myanmar yang Mengkudeta Aung San Suu Kyi

553
Sumber Foto : REUTERS/Soe Zeya Tun/File Photo

Moslemtoday.com : Panglima tertinggi militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing menjadi sorotan dunia setelah melakukan kudeta terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi, Senin, 1 Februari 2021. Suu Kyi dan beberapa tokoh senior dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang berkuasa kemudian ditangkap dengan tuduhan telah melalukan kecurangan Pemilu.

Dilansir dari Reuters, Militer Myanmar terkenal tertutup dan bahkan para pengamat hanya tahu sedikit tentang cara kerjanya. Berikut adalah beberapa fakta kunci tentang kepemimpinannya dan peran yang dijalankannya sebagai Panglima tertinggi dalam sistem politik Myanmar :

Peran Militer dalam Politik

Militer memerintah secara langsung selama hampir 50 tahun setelah kudeta tahun 1962 dan telah lama menganggap dirinya sebagai penjaga persatuan nasional Myanmar.

Sebagai perancang Konstitusi Myanmar tahun 2008, militer menetapkan peran permanen dalam sistem politik. Militer mendapat kuota tanpa mengikuti pemilihan sebesar 25% kursi di parlemen. Militer berhak menunjuk Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri dan Luar Negeri, dan memastikan kepentingan utama dalam politik.

Banyak anggota partai, termasuk pemimpin Aung San Suu Kyi, selama bertahun-tahun mengalami penganiayaan karena menentang mantan junta militer.

Pelan Tapi Pasti

Semasa kuliahnya, Min Aung Hlaing, menjauhi aktivisme politik yang tersebar luas pada saat ia belajar hukum di Universitas Yangon pada 1972-1974. “Dia orang yang tidak banyak bicara dan biasanya tidak menonjolkan diri,” kata seorang teman sekelasnya kepada Reuters pada tahun 2016.

Di saat sesama mahasiswa bergabung dengan demonstrasi, Min Aung Hlaing membuat aplikasi tahunan agar bisa bergabung dengan sekolah Militer Myanmar, (Defence Services Academy/DSA), dan ia lulus pada upaya pendaftarannya yang ketiga pada tahun 1974.

Menurut seorang anggota kelas DSA-nya, yang berbicara kepada Reuters pada tahun 2016 dan masih bertemu dengan panglima militer pada reuni kelas tahunan, Min Aung Hlaing dikenal hanya seorang kader biasa.

“Dia dipromosikan secara teratur dan lambat,” kata teman sekelasnya dan menambahkan bahwa dia terkejut melihat Min Aung Hlaing naik melampaui pangkat menengah korps perwira.

Dari Prajurit hingga menjadi Politisi

Min Aung Hlaing mengambil alih kepemimpinan militer pada tahun 2011 saat pemerintahan transisi menuju demokrasi dimulai. Para diplomat di Yangon mengatakan bahwa pada awal masa jabatan pertama Suu Kyi pada tahun 2016, Min Aung Hlaing telah mengubah dirinya dari tentara pendiam menjadi seorang politisi dan tokoh publik yang berpengaruh.

Pengamat mencatat penggunaan Facebook untuk mempublikasikan kegiatan dan pertemuan dengan pejabat dan kunjungan ke biara. Halaman Facebooknya menarik ratusan ribu pengikut sebelum disuspend oleh Facebook setelah serangan militer terhadap minoritas Muslim Rohingya pada tahun 2017.

Min Aung Hlaing memperpanjang masa jabatannya di pucuk pimpinan militer selama lima tahun lagi pada Februari 2016, sebuah langkah yang mengejutkan para pengamat yang mengharapkan dia untuk mundur tahun itu selama perombakan kepemimpinan militer.

Sanksi

Tindakan keras militer tahun 2017 di Myanmar mendorong lebih dari 730.000 Muslim Rohingya mengungsi ke negara tetangga Bangladesh. Penyelidik PBB mengatakan operasi militer Myanmar merupakan tindakan genosida, pembunuhan massal, pemerkosaan dan pembakaran desa Rohingya.

Amerika Serikat kemudian menjatuhkan sanksi kepada Min Aung Hlaing dan tiga pemimpin militer lainnya pada tahun 2019. Min Aung Hlaing juga diajukan ke beberapa kasus pengadilan di berbagai pengadilan internasional, termasuk Mahkamah Internasional yang sedang berlangsung.

Pada tahun 2019, penyelidik PBB juga mendesak para pemimpin dunia untuk menjatuhkan sanksi keuangan kepada perusahaan yang terkait dengan militer Myanmar. (DH/MTD)

Sumber : Reuters | Redaktur : Hermanto Deli

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here