Mengenal Vaksin Nusantara yang Dikembangkan Eks Menkes Terawan

164
dr. Terawan. Sumber Foto : Detikcom

Moslemtoday.com : Mantan menteri kesehatan dr. Terawan Agus Putranto disebut tengah mengembangkan Vaksin Nusantara untuk melawan virus Covid-19. Antibodi yang dihasilkan dari Vaksin Nusantara ini juga diklaim mampu bertahan seumur hidup.

“Vaksin punya dokter Terawan ini dendritik bersifat T-cells, berarti sekali suntik berlaku seumur hidup. Sehingga secara pembiayaan pun lebih menguntungkan dan tidak menguras devisa negara, karena ini diproduksi dalam negeri,” kata Jajang Edi Prayitno, Anggota Tim Uji Klinis Vaksin Nusantara, seperti dikutip dari CNBCIndonesia.com, Senin, (22/2/2021).

Jajang menjelaskan cara kerja vaksin ini dibangun dari sel dendritik autolog atau komponen dari sel darah putih, yang kemudian dipaparkan dengan antigen dari Sars-Cov-2. Nantinya vaksin akan bekerja dalam membentuk kekebalan seluler pada sel limfosit T.

Jajang pun menyebut pihaknya telah rampung melakukan uji klinis fase I untuk menguji keamanan vaksin dengan sasaran 30 relawan. Hasilnya menurut Jajang tidak ada efek samping berarti yang dirasakan para relawan.

Sementara itu, IDI meragukan klaim tersebut. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta Tim Uji Klinis vaksin nusantara mempublikasikan hasil uji fase pertama vaksin tersebut secara transparan.

“Sebetulnya mampu bertahan seumur hidup itu yang mana buktinya? Karena sekarang kita ada di zaman evidence based medicine. Jangan membuat publik bingung,” kata Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Zubairi meminta tim uji klinis vaksin nusantara tak mengeluarkan klaim sepihak sebelum keseluruhan uji klinis selesai. Menurutnya, semua pihak harus bersabar menunggu hasil dari uji klinis I,II, hingga III.

Zubairi menyebut sejauh ini belum ada satupun pengembang vaksin virus corona di dunia yang secara gamblang sudah berani membuktikan daya jangkauan dan ketahanan antibodi vaksin usai disuntikkan ke tubuh manusia.

“Sekarang para ahli belum bisa menjawab apakah vaksin Moderna, ataupun Sinovac, Pfzier, mampu bertahan berapa lama. Apakah dua, tiga bulan, enam bulan, atau setahun belum ada yang tahu,” ujarnya.

Sumber : CNBCIndonesia, CNNIndonesia

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here