Mengukur Negara Mujur dan Babak Belur Gara-gara Corona

352
Ilustrasi. Sumber Foto : http://www.viva.co.id

Moslemtoday.com : Pandemi virus corona yang mulanya hanya menyebabkan krisis di bidang kesehatan, kini menjalar ke mana-mana. Salah satu sektor yang terkena adalah ekonomi. Bahkan sejumlah negara sudah mengalami resesi ekonomi akibat virus tersebut, seperti : Singapura, Korea Selatan, Jerman, hingga Amerika Serikat.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal memperkirakan tak hanya negara itu yang akan mengalami resesi. Hampir semua negara akan merasakannya, tinggal melihat seberapa dalam pelemahan dan resesi yang akan dialami oleh masing-masing negara. Siapa juga yang sekiranya akan paling babak belur dan mampu bertahan akibat masalah tersebut.

Fithra menjelaskan bahwa negara-negara yang berpotensi berada di dasar jurang resesi alias mengalami pelemahan ekonomi paling parah adalah mereka yang pertumbuhan ekonominya bergantung pada perdagangan dan rantai pasok global. Kebetulan, mereka adalah negara-negara yang sudah berada di jurang resesi saat ini, mulai dari Singapura, Korea Selatan, Jerman, negara-negara Uni Eropa, hingga AS.

“Mereka punya ketergantungan yang tinggi pada perdagangan global. AS, meski populasinya cukup tinggi, namun ketergantungan juga tinggi pada global value chain, ini berbeda dengan China yang meski berperan di perdagangan global, tapi dorongan dari ekonomi domestiknya tinggi,” ungkap Fithra, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Selasa, (4/8/2020).

Sementara itu, negara yang setidaknya punya daya tahan lebih dari resesi ekonomi adalah mereka yang ekonominya lebih dominan ditopang oleh konsumsi masyarakat domestik, misalnya : China.

Selain itu, Indonesia juga punya peluang. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup tertinggal dalam global value chain. Di satu sisi, hal ini merupakan sebuah keterpurukan karena tidak mampu mendapat pertumbuhan dari rantai pasok global.

“Di masa normal saja, paritisipasi global value chain, daya saing, minat investasi, hingga tenaga kerja kita kalah dari negara lain, termasuk sesama di ASEAN. Tapi ibaratnya blessing in disguise, ternyata dampak kontraksi dari ekonomi global tidak terlalu mengganggu kita karena porsi ekonomi lebih banyak dari konsumsi domestik,” jelas Fithra.

Kendati demikian, keuntungan dari sisi struktur ekonomi Indonesia bukan berarti sudah aman. Indonesia juga bisa terjebak di jurang resesi bila tingkat konsumsi masyarakat tidak dijaga.

Hal ini bisa dimulai dengan menjaga daya beli masyarakat. Khususnya dengan mempercepat berbagai stimulus yang sudah dipetakan mulai dari bantuan sosial (bansos) hingga insentif bagi dunia usaha.

“Tapi semua akan sia-sia kalau stimulus yang sudah disiapkan tidak dimanfaatkan dengan baik. Jadi ketika PSBB ini sudah transisi, ini adalah momentum untuk meningkatkan konsumsi masyarakat melalui peningkatan daya beli mereka,” ungkap Fihtra.

Sumber : CNN Indonesia

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here