Menjawab Serangan Erdogan ke Saudi : “Kapan Kami Mendengar Suara Anda?”

1827

Moslemtoday.com : Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengecam para pemimpin Arab dan Muslim karena dianggap menerima atau tetap diam mengenai masalah “Proposal Perdamaian Israel-Palestina” yang digagas Presiden AS Donald Trump.

“Kami tidak akan pernah mengakui atau menerima kesepakatan itu karena bertujuan untuk mencaplok tanah Palestina yang diduduki,” kata Erdogan di Ankara, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Ahad, (2/2/2020).

Erdogan mengatakan membiarkan nasib Yerusalem dan Palestina sepenuhnya dalam cakar berdarah Israel akan menjadi kejahatan terbesar bagi seluruh umat manusia. Erdogan menyoroti pentingnya Yerusalem dan monumen sakral di kota itu bagi Muslim dan Kristen, mendesak semua orang untuk bersuara menentang kesepakatan Trump.

Presiden Erdogan menekankan bahwa masalah Palestina dan Yerusalem adalah masalah bagi semua Muslim. Erdogan mengkritik keras sikap diam Saudi dan pemimpin Arab lainnya, dan bertanya : “Kapan Anda akan mengangkat suara?”

“Arab Saudi kebanyakan Anda diam. Kapan Anda akan bicara? Hal yang sama berlaku untuk Oman, Bahrain, kepemimpinan Abu Dhabi. Mereka bahkan pergi dan memberi tepuk tangan di sana. Malulah pada Anda… Beberapa negara Arab yang mendukung rencana semacam itu telah mengkhianati Yerusalem, bangsanya sendiri dan yang paling utama adalah kemanusiaan,” kata Erdogan dengan berapi-api dihadapan para pendukungnya.

Respon dari Arab Saudi

Menanggapi serangan Erdogan, salah seorang pangeran Kerajaan Arab Saudi yang aktif di Twitter, Abdurrahman bin Musa’id, membalasnya:

“Setahun yang lalu, Anda yang pertama kali mengancam Israel saat Trump mengumumkan pemindahan ibu kota Israel ke al-Quds…. Ini adalah pernyataan Ankara persis dengan statemen Anda sekarang… Tetapi, tidak terjadi apapun padahal Anda telah bertekad melakukannya (ancaman tersebut).”

Abdurahman juga memposting sifat hipokrit Erdogan, dengan menunjukkan kemesraannya dengan Israel.

Di jagad Twitter, tidak sedikit netizen Saudi menanggapinya dengan membuka arsip cuitan Erdogan yang membuktikan kepalsuan kata-katanya.

Di antaranya akun Nahlah yang mengungkap twit 2013 lalu. Isinya ancaman Erdogan terhadap Presiden Suriah, Bashar Asad, yang bersumpah membayar mahal karena telah membantai 100 ribu orang. Tetapi sampai hari ini, Turki tidak berbuat apa-apa terhadap Bashar Asad.

Jurnalis Abdullah Al-Harbiy Menguliti Erdogan

Serangan Erdogan juga direspon oleh seorang jurnalis Abdullah Al-Harbiy, jurnalis Al-Ikhbariya. Dia membuat potongan video yang menjawab tuntas tudingan presiden Turki tersebut dengan dokumentasi film.

Tontong videonya di bawah ini :

Sumber : Middle East Monitor, Saudinesia | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here