Menlu Qatar : tidak perlu membuka kembali kedutaan di Suriah

135
Wakil Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, mengadakan konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (tidak foto) di Sheraton Grand di ibukota Qatar, Doha, Qatar 13 Januari 2019. Andrew Caballero-Reynolds / Pool melalui Reuters

Moslemtoday.cpm : Menteri luar negeri Qatar mengatakan pada hari Senin bahwa ia melihat tidak perlu membuka kembali kedutaan di Damaskus, serta tidak di perlukan membuka hubungan yang normal dengan pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani juga mengatakan Qatar masih keberatan dengan keanggotaan negara Suriah dalam Liga Arab, yang dahulu telah ditangguhkan pada 2011 karena tanggapan keras pemerintah Suriah terhadap demonstrasi pada awal yang ternyata merupakan penyebab perang yang hampir berlangsung selama delapan tahun.

Beberapa negara Arab, termasuk yang pernah mendukung pemberontak melawan Assad, berusaha untuk menjalin hubungan damai dengan Assad setelah melihat hasil yang menentukan dari pasukan dan sekutu mereka dalam perang.

“Sejak hari pertama Qatar memiliki alasan untuk mendukung penangguhan keanggotaan (Liga Arab) dan alasannya masih ada, jadi kami tidak melihat faktor yang menggembirakan,” kata Al Thani pada konferensi pers. seperti dilansir dari Reuters, Senin, (15/1/2019).

Kementerian luar negeri Arab Saudi kemudian membantah laporan bahwa mereka membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus.

Uni Emirat Arab membuka kembali kedutaannya di sana bulan lalu dan Bahrain mengatakan kedutaannya telah beroperasi “tanpa gangguan”.

Negara-negara Arab Teluk merupakan Sekutu Amerika Serikat dalam mendukung regional utama kelompok-kelompok bersenjata yang menentang Assad, mereka menyediakan dana dan senjata, yang sebagian besar bertindak sebagai bagian dari program dukungan untuk oposisi bersenjata yang dikoordinasi oleh Washington.

Arab Saudi dan Qatar memiliki peran paling menonjol, sementara dukungan Emirat dikaitkan dengan kelompok-kelompok yang menentang dominasi ISIS, kata sumber-sumber pemberontak di wilayah tersebut.

Setelah hampir delapan tahun perang, Assad telah banyak mendapatkan kembali kendali atas wilayah di Suriah dengan dukungan dari Rusia bersama dengan Iran serta kelompok-kelompok Muslim Syiah yang didukung oleh Iran seperti Hizbullah Libanon.

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Amerika Serikat memulai penarikan militer dari Suriah yang ia umumkan pada Desember tetapi selama penarikan mereka akan terus menyerang para pejuang ISIS di sana.

Sumber : Ruters | Redaktur : Fairuz syaugi
Copyright © 1439 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here