Menteri Keuangan Jerman ini Ingin Ratusan Pengungsi Suriah Dipulangkan ke Negeri Asalnya

775

Moslemtoday.com : Menteri Keuangan Bavaria, Markus Soeder menyatakan ingin memulangkan ratusan dari ribuan pengungsi di negaranya kembali ke negara asal mereka. Rencana itu akan diwujudkannya dalam tiga tahun ke depan.

Menurutnya, Jerman harus menyadari bahwa meleburkan banyak budaya menjadi satu adalah hal yang sulit. Apalagi jika kesenjangan antarbudayanya terlalu jauh berbeda.

“Bahkan dengan niat paling mulia sekali pun, kita tidak akan mungkin berhasil mengintegrasikan banyak orang dari budaya yang sama sekali asing (melebur dengan budaya Jerman),” katanya, sebagaimana dilansir dari About Croatia, Minggu (28/8/2016).

Soeder memberi jangka waktu tiga tahun sebagai pertimbangan untuk penyelesaian konflik di Suriah. Seperti diketahui, lebih dari satu juta pengungsi datang dari Suriah ke Jerman selama 2015.

Sayangnya, kehadiran pengungsi dianggap mengganggu ketenangan warga Jerman. Apalagi setelah merebaknya isu terorisme di beberapa negara Eropa yang bertetangga dekat dengan negara bekas pimpinan Nazi tersebut.

“Bahkan di Suriah, perang sipil akan berakhir jua pada satu titik kelak. Para pengungsi yang datang dari Afghanistan dan Irak, contohnya. Mereka bisa saja kembali ke negara asal mereka sekarang, karena di sana sudah cukup aman,” ujarnya.

Masalah pengungsi hingga saat ini masih menjadi polemik yang pelik di parlemen Jerman. Kanselir Jerman Angela Merkel bersikeras untuk tetap membuka tangan selebar-lebarnya bagi para pengunsi dari Timur Tengah. Akan tetapi, dia didesak anggota parlemen dan partainya sendiri untuk menutup perbatasan.

Pelecehan seksual di Cologne pada malam tahun baru 2016 menjadi penyebab meledaknya kesabaran warga Jerman terhadap imigran. Kini, negara beribukotakan Berlin itu semakin bergejolak dengan isu islamophobia yang melarang penggunaan burkini, jilbab, niqab, burqa dan atribut keagamaan Islam lainnya di tempat umum.

Sumber : About Croatia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here